Showing posts with label trik dan strategi. Show all posts
Showing posts with label trik dan strategi. Show all posts

Saturday, November 19, 2011

Teknik Memilih Atasan

by : Dadang Kadarusman


Riset menunjukkan bahwa hubungan dengan atasan sangat menentukan betah atau tidaknya seorang bawahan bekerja di perusahaan atau unit kerja tertentu. Sudah bukan rahasia umum lagi jika bawahan seolah-olah selalu berada dalam posisi yang paling lemah. Padahal, antara atasan dengan bawahan itu ada kesetaraan. Kita mengira hanya atasan yang bisa menentukan siapa orang yang layak menjadi bawahannya, padahal bawahan pun bisa memilih atasannya. Penasaran?

Harus saya akui bahwa tidak 100% orang yang memimpin saya adalah orang-orang pilihan saya. Tetapi selama karir professional saya, bisa saya pastikan bahwa sebagian besar mantan atasan saya adalah orang-orang yang saya pilih sendiri untuk memimpin saya. Tentu saja ada ilmunya. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar memilih dan menentukan siapa atasan yang tepat untuk dirinya, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

1. Hindari mengambil kesimpulan dari kesan pertama. Dalam wawancara, calon atasan yang tertarik kepada Anda tentu berusaha menampilkan kesan positif agar Anda mau bergabung dengan teamnya. Banyak orang terjebak dengan kesan pertama pada pertemuan dengan calon atasannya. Tidak sedikit yang menyesal telah pindah dari perusahaan lama, lalu menyesal karena ternyata di perusahaan baru dia tidak cocok dengan gaya memimpin atasan barunya. Kesan pertama itu penting, tapi tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Hindarilah mengambil kesimpulan tentang kecocokan Anda dengan calon atasan hanya dari kesan yang muncul pada pertemuan pertama dalam wawancara.

2. Ikuti rapat yang dipimpinnya. Rapat adalah tempat yang tepat untuk menilai gaya memimpin calon atasan Anda. Dalam rapat itu, Anda bisa mendapatkan gambaran bagaimana calon atasan memperlakukan bawahannya. Apakah dia bersedia mendengarkan pendapat bawahannya. Apakah dia menerima gagasan-gagasan bawahannya. Apakah dia terbuka dengan masukan bawahannya. Apakah dia menghargai bawahannya. Kata-katanya, sorot matanya, nada suaranya, cara menyampaikan gagasannya, cara mengambil keputusannya; bisa Anda kenali dalam rapat kerja dengan bawahanya. Rapat bisa menjadi potongan adegan yang mewakili film perjalanan calon atasan dalam memimpin anak buahnya. Cobalah cari peluang untuk mengikuti rapat calon atasan Anda dengan para anak buahnya.

3. Cari informasi dari para bawahannya. Berusahalah untuk mengenali beberapa anak buah calon atasan Anda. Ajaklah makan siang lalu berbicaralah tentang pengalamannya bekerja di team yang dipimpin oleh calon atasan Anda. Sudut pandang beberapa anak buahnya bisa memberi gambaran bagaimana calon atasan Anda memperlakukan anak buahnya, dan bagaimana bentuk kecocokan interaksi diantara mereka. Anda pun bisa memperkirakan bentuk hubungan seperti apa yang akan terjalin antara Anda dengan calon atasan Anda; dengan mengolah informasi yang Anda dapatkan dari para bawahannya.

4. Renungkan kembali hubungan Anda dengan atasan sekarang. Banyak orang yang sudah terlanjur ‘mengganti atasan’ lalu menyesal dengan atasan barunya yang ternyata tidak lebih baik dari atasan lama yang ditinggalkannya. Sebelum Anda mengambil keputusan untuk mencari atasan lain, renungkanlah kembali; apakah hubungan Anda dengan atasan sekarang itu sudah sedemikian buruknya? Benarkah gaya kepemimpinan atasan Anda itu sudah sedemikian menyebalkannya? Atau mungkin, Anda sendirilah yang belum benar-benar memahami dan menyesuaikan diri dengannya.

5. Bertanya kepada Tuhan. Tidak ada yang benar-benar mengetahui rahasia perangai dan perilaku asli seseorang selain Tuhannya. Tuhan Anda adalah Tuhan yang sama dengan calon atasan Anda. Maka tanyakanlah kepada-Nya apakah dia benar-benar atasan yang tepat bagi Anda. Pejamkanlah mata. Tengadahkanlah telapak tangan. Bisikanlah permohonan;”Tuhan, tolong tunjukkan kepadaku apakah dia benar-benar bisa menjadi atasan yang tepat bagiku…..” Rasakan getaran hati Anda. Fahami tanda-tanda yang terjadi setelah doa itu. Dan tentukanlah pilihan Anda.

Anda memiliki kemerdekaan untuk memilih atasan. Gunakan kemerdekaan itu sebaik-baiknya sehingga Anda bisa memiliki atasan yang benar-benar mendekati harapan-harapan ideal Anda. Gunakanlah kemerdekaan itu, untuk merenungkan kembali; boleh jadi masalahnya bukan pada atasan, melainkan pada diri Anda sendiri. Gunakanlah kemerdekaan itu untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan atasan Anda. Baik atasan yang sekarang, maupun atasan di masa depan.


Seseorang yang mampu memilih siapa atasannya adalah orang yang benar-benar berdaya. Maka berdayakanlah diri Anda sehingga mampu memegang kendali atas hidup Anda sendiri.

Read More......

Teknik Mengkritik Yang Simpatik

by : Dadang Kadarusman


Tidak seorangpun suka dikritik. Termasuk seseorang yang secara terbuka mengatakan;’silakan kritik saya!’ Percayalah. Orang hanya suka dikritik jika kritikan itu tidak menyinggung perasaan dan harga dirinya, tidak memojokkannya, dan tidak menelenjangi ketidakmampuannya. Masalahnya adalah, kita sering tergoda untuk menyampaikan kritik bukan dengan cara yang disukai oleh orang yang dikritik, malah lebih sering disertai dengan dorongan emosi kita sendiri. Walhasil, kita hanya berteriak-teriak tanpa bisa mengharapkan penerimaan dan kelapangan dada orang yang kita kritik. Hasil akhirnya? Anda sebal kepada orang yang tidak mau dikritik. Sebaliknya, orang yang Anda kritik semakin tidak menyukai Anda. Bukan kondisi seperti ini yang Anda inginkan, iya kan?

Mengapa teknik mengkritik yang simpatik itu penting? Karena sebaik apapun isi kritik Anda, jika disampaikan tidak dengan simpatik akan sia-sia saja, Bung! Kecuali jika kita memang ingin mengajak seseorang bertengkar, kita harus belajar mengkritik dengan cara yang baik. ”Serulah mereka dengan cara yang baik dan simpatik,” begitu pesan guru kehidupan saya. Sebagai seorang yang berpikiran logis, saya termasuk orang yang to the point jika menyampaikan kritikan. Khususnya dulu ketika masih belum memahami psikologi komunikasi. Sekarang pun saya belum benar-benar terampil, namun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar teknik mengkritik yang simpatik, saya ajak memulainya dengan mempraktekkan 5 prinsip Natural Intellligence berikut ini:

1. Bercerminlah terlebih dahulu. Seperti halnya saya, Anda bukanlah manusia yang sempurna. Jadi, kalau menemukan kesalahan atau kelemahan pada diri orang lain, tidak usah langsung ingin mengkritik. Tengoklah kedalam diri sendiri, sebelum menyampaikan kritik kepada orang lain. Saya teringat pada seseorang yang mengkritik saya tentang sesuatu. Menurut hemat saya, beliau benar soal kritikan itu sehingga saya mengikutinya. Lagipula, kritikannya itu baik untuk menjadi sarana saya meningkatkan diri saya sendiri. Beberapa tahun kemudian, saya bertemu dengan orang itu. Saya mengucapkan terimakasih atas kritik yang dulu pernah disampaikannya, karena saya benar-benar mendapatkan manfaatnya. Sayangnya, ternyata beliau menerapkan apa yang dulu saya lakukan yang menjadi pokok kritikannya kepada saya. Rasa hormat saya kepada beliau tidak berkurang. Tetapi, kejanggalan itu terasa didalam hati. Maka sebelum mengkritik orang lain, lebih baik jika Anda bercermin terlebih dahulu.

2. Abaikanlah hal-hal yang kecil. “Don’t sweat the small stuff,” kata Richard Carlson. Kita ini sering usil dengan hal-hal kecil. Padahal banyak hal kecil yang tidak terlalu prinsipil. Mengapa? Karena jika Anda terjebak dengan hal-hal atau kesalahan kecil yang orang lain lakukan, maka Anda bisa kehilangan penglihatan terhadap hal-hal besar yang orang itu kontribusikan. Masak sih gara-gara kesalahan kecil yang tidak berpengaruh banyak lalu kita mau menihilkan jasa-jasa baik seseorang? “Hey, hal-hal kecil kalau dibiarkan bisa jadi besar!” Anda benar soal itu. Tapi apakah semua hal kecil seberbahaya itu. Justru orang-orang baik perlu melakukan kesalahan kecil. Mengapa? Karena kesalahan kecil itu menghindarkan dia dari sikap sombong dan menyadarkannya pada kenyataan bahwa dia adalah mahluk yang tidak sempurna. Dengan begitu dia bisa terus menjaga sikap rendah hati. Lagipula, bukankah kita sendiri juga banyak melakukan kesalahan kecil? Jadi, kalau orang lain melakukan kesalahan kecil yang tidak merugikan Anda – maka sebaiknya Anda abaikan sajalah. Tidak usah usil.

3. Nilailah tingkat urgensinya. Banyak kelemahan orang lain yang bisa kita kritik. Cara berbicaranya. Cara berkirim emailnya. Cara berpakaiannya. Cara berjalannya. Cara bekerjanya. Cara makannya. Percayalah, tidak terhitung banyaknya. Anda tidak akan pernah sanggup untuk sekedar menginventarisirnya. Bayangkan jika setiap kelemahan orang lain itu harus Anda kritik? Bisa-bisa, Anda kehabisan waktu untuk membenahi diri Anda sendiri. Belajarlah untuk menilai tingkat urgensinya. Jika hal itu tidak penting-penting amat, sebaiknya Anda abaikan saja. Bukan berarti Anda menjadi apatis, melainkan menggunakan energy yang Anda punya untuk mengkritik hanya hal-hal yang memang penting. Menjadi pribadi yang impulsif itu melelahkan lho. Makanya, Anda perlu belajar menilai tingkat urgensi sesuatu yang menyentak tombol ‘spesialis kritik’ dalam ubun-ubun Anda.

4. Tinggalkanlah emosi dilemari besi. Coba perhatikan baik-baik bagaimana cara Anda mengkritik. Adakah emosi menyertainya? Tanpa disadari kita berbicara dalam suatu forum hingga memojokkan seseorang. Serius, dulu saya begitu. Lalu saya sadar bahwa itu bukanlah teknik simpatik dalam mengkritik. Alih-alih menerima kritikan, orang malah menjauhi kita. Contoh lain, seseorang mengkritik saya tentang isi artikel yang menurutnya ‘terlalu panjang’ sehingga beliau malas membacanya. Katanya, artikel saya harus ditulis singkat dan padat supaya tidak membuang-buang waktu pembacanya. Beliau benar. Namun kebenaran tidak hanya ada di satu sisi. Karena ada argument lain yang juga tepat. Artikel saya, hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin membacanya. Sedangkan bagi mereka yang sibuk, saya menyediakan tulisan singkat padat berbobot di twitter @dangkadarusman karena saya percaya segala sesuatu ada target audiensnya masing-masing. Anehnya lagi, kritikan untuk menulis singkat itu justru ditulis dengan panjang lebar termasuk beribu argumen; mengapa sebuah pesan email harus singkat. So, tidak perlu membawa-bawa emosi saat mengkritik. Jika ada emosi itu, maka tinggalkanlah di lemari besi Anda.

5. Sampaikanlah kritik dengan santun. Kesantunan bukan hanya milik orang timur. Orang barat pun sangat santun lho. Mengapa sih, kita perlu belajar santun? Karena kesantunan itu menunjukkan ‘kelas’ seseorang. Ini tidak selalu berkorelasi dengan pendidikan, karena banyak juga orang yang berpendidikan tinggi namun kalah santun dengan orang yang sekolahnya biasa-biasa saja. Oleh sebab itu, kesantunan menjadi elemen penting dalam mengkritik. Contoh aktualnya, seseorang mengkritik saya tentang sopan santun dalam berkirim email melalui milist umum. Tetapi saat menyampaikan kritik tentang sopan santun itu, beliau lupa untuk sekedar menulis salam pembuka. Bahkan ada juga orang yang menggunakan kosa kata yang hanya digunakan dijalanan Bronx. Kritik tentang kesantunan yang disampaikan secara tidak santun bisa kehilangan makna. Mengapa? Bisa jadi orang yang dikritik menjadi lebih baik, sementara orang yang mengkritik tetap menjadi pribadi yang picik. Lebih dari itu, bukankah kita tahu bahwa Tuhan sangat tidak menyukai orang-orang yang mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya? Jika Tuhan Yang Maha Bijak saja tidak suka, apalagi sesama manusia. So, belajarlah untuk menyampaikan kritik secara santun.

Mengkritik itu adalah wujud dari kepedulian sosial. Kita tidak perlu alergi untuk dikritik karena saat seseorang mengkritik adalah saat dimana kita dipedulikan. Dan itu adalah saatnya kita untuk memperbaiki diri – jika isi kritikannya memang valid. Kita juga tidak perlu takut untuk mengkritik, karena tanpa kritik dunia kita bisa lebih cepat hancur. Banyak perilaku buruk disekitar kita bukan? Tugas kitalah untuk mencegahnya. Apalagi jika kita sadar bahwa mengkritik untuk hal-hal baik adalah tugas yang diberikan Tuhan kepada setiap pribadi yang menyukai kebaikan. Dalam bahasa guru kehidupan saya; “saling menyeru untuk berbuat kebaikan, dan saling mencegah dari kemungkaran”. Mengkritik? Hayu. Tapi, lakukanlah dengan teknik yang simpatik.


Masalah terbesar bagi tukang kritik seperti kita adalah sering tidak menyadari jika kritik yang kita sampaikan itu sebenarnya lebih cocok untuk diri kita sendiri

Read More......

Mengatasi Bawahan Yang Sulit

by : Dadang Kadarusman



Orang-orang yang sulit biasa disebut sebagai difficult people. Bagi seorang atasan, menangani bawahan yang sulit merupakan sebuah tantangan tersendiri. Hal ini bukan hanya bisa meruntuhkan wibawanya, tetapi sangat melelahkan hati. Merusak reputasi, dan membikin frustrasi. Dalam banyak kasus, orang yang dikira sulit itu tidak selalu benar-benar sulit. Melainkan atasannya yang belum tahu bagaimana cara memimpinnya. Begitu menerapkan cara memimpin yang tepat, mereka ’berubah’ menjadi orang-orang yang sangat koperatif. Apakah Anda memiliki bawahan yang sulit? Ataukah justru Anda adalah bawahan yang sulit bagi atasan Anda?

Kebanyakan orang kegirangan ketika mendapatkan promisi jabatan. Tak jarang yang kemudian ’makan hati’ saat menjalani hari-hari sulit dalam memimpin orang. Bahkan tidak sedikit yang menutupi ketidakmampuannya dalam memimpin orang lain dengan memberi label bawahannya sebagai orang sulit. Secara objektif, memang ada orang-orang yang sangat sulit diatur hingga tidak segan untuk melakukan pembangkangan. Mereka pada dasarnya orang-orang yang tidak mau menerima kepemimpinan atasannya. Namun secara sukyektif, tidak jarang juga ’kesulitan’ itu ditimbulkan oleh ketidakmampuan atasan untuk menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan sifat dan karakter bawahan. Situasi serupa ini bisa terjadi di perusahaan apapun dan dialami oleh pemimpin yang manapun. Maka sebagai seorang pemimpin, kita perlu belajar mengatasinya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mengatasi bawahan yang sulit, saya ajak memulainya dengan mempraktekkan 5 prinsip Natural Intelligence (NatIn) berikut ini:

1. Perlihatkan kematangan. Salah satu alasan klasik orang-orang sulit adalah menilai atasannya sebagai orang yang tidak layak memimpin mereka. Apakah karena mereka merasa lebih senior, atau lebih berpengalaman, atau sekedar merasa lebih berhak mendapatkan jabatan itu. Makanya kalimat favorit mereka berbunyi;”Elu kira elu itu siape?” Cara terbaik menghadapi mereka adalah dengan memperlihatkan kematangan kita. Usia, masa kerja, dan pengalaman kita boleh saja tidak lebih banyak dari mereka. Namun, kepemimpinan bukanlah semata-mata ditentukan oleh hal-hal semacam itu. Ironisnya, banyak atasan yang menghadapi tantangan seperti ini dengan menggunakan kekuatan jabatan alias position power dengan prinsip ’Gua boss elu. Suka atau tidak, elu musti nurut sama gua!” Efektifkah? Bisa ya, bisa tidak. Tetapi saya memiliki keyakinan dan pengalaman bahwa kekuatan jabatan itu bisa tidak selalu diandalkan. Malah sebaliknya bisa semakin menimbulkan penolakan orang-orang sulit. Beda dengan kematangan. Cukup banyak bukti yang menunjukkan bahwa bawahan yang awalnya sulit dan menyepelekan atasannya, kemudian berubah menjadi respek kepadanya. Bukti bahwa kematangan seseorang dalam memimpin mempunyai dampak langsung kepada rasa hormat anak buahnya.

2. Tunjukkan rasa hormat. Setiap orang berhak untuk menunjukkan ekspresinya. Termasuk perasaannya terhadap pemimpinnya. Anda tidak akan pernah bisa memaksa seseorang menyukai Anda. Mengapa? Karena perasaan suka dan penghormatan adalah bagian yang tidak bisa diintervensi oleh orang lain. Bukankah Anda juga tidak dapat menghormati orang-orang yang menurut pendapat Anda layak dihormati? Masalahnya, banyak atasan yang karena kedudukannya merasa dirinya layak dihormati. Padahal, bukan hanya atasan yang layak mendapatkan penghormatan. Bawahan juga memiliki hak yang sama. Maka gagasannya adalah; bagaimana antara atasan dan bawahan bisa ‘saling menghormati’. Siapa yang harus terlebih dahulu menunjukkan rasa hormat itu jika demikian? Kita. Apalagi jika posisi Anda lebih tinggi dari mereka. Maka Anda perlu memberi keteladan dengan terlebih dahulu memberi rasa hormat kepada bawahan. Apakah ini tidak memancing mereka merasa diatas angin lalu lebih melecehkan? Hey, tak seorang pun bisa melecehkan orang yang memiliki kematangan dan rasa hormat. Pada akhirnya, mereka akan menyadari jika sikap hormat Anda kepada mereka layak dibalas dengan penghormatan yang sama.

3. Berikan penyadaran. Banyak sekali bawahan yang lupa bahwa sikap sulitnya hanya akan membuat pekerjaan dan karir mereka semakin sulit. Mereka sering keliru mengira bahwa kalau bisa melawan atasan berarti mereka adalah orang-orang yang kuat. Dalam banyak kasus, hal itu berhasil juga. Cukup banyak atasan yang frustrasi karena bawahannya sehingga kepemimpinannya tidak efektif. Dampaknya, team yang dipimpinnya tidak menghasilkan kinerja baik. Walhasil, akhir tahun semuanya mendapatkan penilaian yang buruk. Bawahan sulit sering mengira dia menang. Padahal dalam situasi seperti itu, semua orang adalah pecundang. Atasannya loose, mereka sendiri juga loose. Makanya, sebagai atasan Anda perlu memberi penyadaran kepada bawahan yang sulit bahwa sikap buruknya hanya akan merugikan diri mereka sendiri. Sebagai atasan, Anda memiliki kewajiban untuk memberi penyadaran ini. Dan mereka berhak untuk mendapatkannya. Anda juga memiliki kewenangan untuk menilai. Maka jika mereka ingin mendapatkan penilaian yang baik, mereka harus memperlihatkan sikap dan kinerja yang baik. Jika mereka ngotot bertindak sulit, maka itu pilihannya sendiri. Jika sadar soal ini, Anda tidak akan ikut terpuruk. Sebab dari awal Anda tahu harus melakukan apa.

4. Tegakkan kedisiplinan. Sikap dan perilaku seseorang sepenuhnya menjadi pilihan dia sendiri. Anda hanya bisa melatihnya, membimbingnya, dan terus menerus mengingatkannya. Namun, Anda tidak bisa memaksanya. Tapi tidak demikian dengan kedisiplinan. Itu adalah hak perusahaan. Sedangkan karyawan wajib memenuhinya. Oleh sebab itu, meski Anda wajib memberi ruang kepada bawahan untuk menentukan sikapnya sendiri, namun soal kedisiplinan tidak ada tawar menawar lagi. Ini bukan soal ego Anda, melainkan tanggungjawab Anda dan mereka sendiri sebagai seorang profesional. Anda tidak bisa menghukum seseorang hanya karena tidak mau bersikap ramah kepada Anda. Namun Anda bisa menjatuhkan sanksi kepada bawahan yang tidak disiplin. Dan soal kewenangan itu, merupakan bagian dari paket amanahkepemimpinan yang Anda emban. Jika bawahan Anda tidak disiplin, perusahaan akan meminta Anda pertanggungjawaban. Maka dari awal kepemimpinan, Anda harus mempunyai kesepekatan soal menegakkan kedisiplinan. Soal menegakkan kedisiplinan ini bukanlah jalan satu arah. Artinya, Anda sendiri harus disiplin. Jika Anda sendiri tidak disiplin, wajar kalau anak buah Anda semakin melecehkan. Dan ketidakdisiplinan Anda itu menunjukkan bahwa Anda, memang tidak layak menjadi pemimpin. Menegakkan kedisiplinan berarti menjadikan diri sendiri dan orang-orang yang Anda pimpin sama-sama berdisiplin.

5. Tunjukkan keadilan. Guru kehidupan saya mengatakan bahwa diantara orang-orang yang paling disayang Tuhan dihari perhitungan amal adalah pemimpin yang adil. Bukan pemimpin yang salesnya paling tinggi atau yang bonusnya paling banyak. Mengapa? Karena keadilan itu bukan soal yang gampang untuk diterapkan. Jika Anda merasa bawahan Anda tidak sopan, hati Anda berbisik;’tahu rasa nanti lu ya!’. Padahal boleh jadi kinerjanya justru paling baik. Namun karena Anda lebih suka pada bawahan yang ABS maka penilaian Anda tetap buruk. Penilaian juga dipengaruhi banyak faktor subyektif lainnya. Bahkan ada juga pemimpin yang mengancam bawahan untuk melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan. Jika tidak? Hmmh, tahu sendiri akibatnya. Jabatan tinggi itu dekat sekali dengan penindasan dan kesewenang-wenangan. Keadilan Anda itu menimbulkan rasa hormat bawahan. Termasuk orang-orang yang Anda anggap paling sulit. Maka sikap adil, sangat dihargai oleh bumi dan dijunjung tinggi oleh langit. Secara pribadi, Anda boleh tidak suka atau tidak cocok dengan bawahan Anda. Namun soal keadilan, Anda tidak memiliki hak untuk mempermainkannya. Mengapa? Karena keadilan adalah amanah yang dititipkan Tuhan kepada setiap orang yang menyandang gelar sebagai pemimpin.

Memimpin manusia itu berbeda dengan menggembalakan domba-domba. Anda cukup menggiring mereka kepadang rumput yang subur, lalu membawanya pulang ke kandang setelah mereka kenyang. Manusia, setiap individunya mempunyai kehendak yang berbeda-beda. Bukan sekedar perut belaka. Bahkan diantara mereka ada yang menginginkan kursi kita. Maka tentu pendekatannya jauh berbeda. Saya dulu pernah menjadi gembala domba. Saya juga pernah dan sedang mengemban amanah untuk memimpin manusia. Kedua pengalaman nyata itu membuat saya semakin sadar bahwa manusia bukanlah domba. Manusia adalah mahluk yang setara dengan kita. Makanya, mereka menuntut perlakuan yang bermartabat dan rasa hormat dari atasannya. Saat martabat dan rasa hormat itu mereka dapat, maka mereka tidak lagi berselera untuk menjadi bawahan yang sulit.


Bawahan yang kita kira sulit mungkin sebenarnya bukan orang yang sulit. Melainkan orang yang belum kita fahami, bagaimana cara mengatasinya.

Read More......

Thursday, October 21, 2010

CARA MENCEGAH KEJAHATAN HIPNOTIS ATAU TRANCE

CARA MENCEGAH KEJAHATAN HIPNOTIS ATAU TRANCE



Apakah kejadian yang beberapa kali muncul di berita ini menggunakan hipnosis?

Terus terang, informasi saya terbatas, karena saya belum berkesempatan untuk ketemu langsung dengan korban, apalagi pelaku yang katanya sudah tertangkap sebagian. Maka, penilaian saya ini sifatnya sementara sebab hanya didasarkan pada Informasi terbatas dari televisi dan rekaman videonya. Jawaban saya: ya dan tidak. Ya, jika hipnosis hanya dipandang sebagai sebuah fenomena trance semata. Trance adalah fenomena alamiah manusia, ketika seseorang berada dalam kondisi pikiran yang sangat terfokus, sangat rileks. Dalam kondisi ini, pikiran kritis ter-by pass karenanya seseorang dapat merespon berbagai stimulus berupa sugesti dan memunculkan perilaku seolah tanpa disadari.

Tanpa disadari?

Ya, karena lebih banyak perilaku manusia terjadi tidak disadari, dan jauh lebih sedikit yang disadari. Sebagai contoh, saat seseorang dipanggil oleh bosnya dengan nada suara tertentu, ia tidak sekedar menyahut. Tapi bisa langsung segera menyiapkan laporan yang memang sedang ditunggu-tunggu. Nah, dia ini trance. Sebab mestinya respon yang dilakukan secara sadar kan cukup menyahut. Tapi tanpa ia sadari, ia melakukan berbagai aktivitas untuk menyiapkan laporan secara otomatis, tanpa perlu berpikir secara ‘sadar’. Kata ‘sadar’ sengaja saya beri tanda kutip, karena memang sampai sekarang ada banyak penafsiran. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sadar? Sebab setiap kali seseorang baru belajar hipnosis, ia pasti mengatakan, “Saya sadar sepenuhnya kok. Ingat betul apa yang dikatakan oleh terapis saya.”Ya memang demikianlah. Orang yang mengalami hipnosis pasti sadar sepenuhnya apa yang terjadi. Ia mengikuti sugesti karena memang ia memutuskan untuk demikian, karena memang ia mengizinkannya.

Jadi, orang dihipnosis itu sadar atau tidak?

Saya katakan, sadar. Hanya sadar pada hal yang berbeda dari yang biasa ia sadari. Semisal, sebelum membaca tulisan ini Anda sedang menyadari pekerjaan Anda, maka saat membaca tulisan ini (yang sedang membuat Anda trance), maka Anda jadi menyadari apa yang Anda baca, namun pada saat yang sama tidak menyadari pekerjaan Anda. Sama persis dengan ketika Anda sedang terpaku pada tayangan di televisi, sampai-sampai tidak menyahut saat kawan Anda menyapa.Maka orang yang menjadi korban kejahatan biasanya sadar akan apa yang terjadi, hanya ia belum sadar jika ia sedang dikerjai. Ia hanya sadar sedang berbuat sesuatu, namun belum tahu makna dari kegiatannya itu. Sebagai contoh, ada orang yang sedang memikirkan masa berlaku kartu jaminan asuransinya, tiba-tiba diminta oleh petugas bank untuk menunjukkan KTP, lalu yang ia tunjukkan adalah kartu asuransinya. Seperti itu pula lah yang terjadi dengan seseorang yang ditepuk, lalu si penjahat mengucapkan berbagai hal yang membingungkan, sang korban merasa “hang”, dan akhirnya mengikuti instruksi penjahat tersebut. Atau segerombolan penjahat mengepung seseorang dan melakukan berbagai aktivitas yang membingungkan, lalu di tengah kebingungan itu ia pun mengikuti instruksi yang diberikan. Ada banyak teori yang bisa menjelaskan mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Namun karena saya tidak ingin menjadikan bahasan ini terlalu rumit, maka kita ambil gampangnya saja. Pikiran manusia beroperasi layaknya sebuah loop dalam program komputer. Sekali dinyalakan, maka ia harus tuntas. Jika tidak tuntas, atau dihentikan tiba-tiba, ia akan hang. Dalam kondisi hang alias nggantung inilah pikiran manusia terbuka untuk berbagai sugesti. Dari ranah psikologi kognitif kita belajar tentang cognitive dissonance alias sebuah kondisi pikiran yang tidak setimbang dan berusaha menyeimbangkan dirinya. Dan tepukan, pertanyaan terbuka, pembingungan, adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menciptakan kondisi hang ini.Loh, katanya hipnosis baru bisa bekerja atas persetujuan klien? Kenapa yang model hang begini bisa jalan?Ya, hipnosis baru bisa berjalan dengan persetujuan klien. Maka dari itu, para penjahat menggunakan pola kalimat yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga klien setuju tanpa menyadari bahwa ia sedang ditipu. Misalnya, kalimat “Serahkan uang Anda 10 juta” tentu akan menimbulkan resistensi. Tapi kalau polanya diganti dengan, “Ibu dapat hadiah 1 miliar nih. Untuk mencairkannya cukup transfer ke rekening ini sejumlah 10 juta,” tentu akan lain ceritanya, padahal esensi keduanya sama. Cukup ya contohnya, karena saya tidak ingin justru jadi inspirasi bagi orang yang berniat jahat. Yang ingin tahu lebih lanjut mari kita kopi darat saja.Pada intinya begini. Level kesadaran manusia itu berlapis. Sekiranya sesuatu masih berada di batas norma, maka ia sangat mungkin ditembus. Namun jika sudah masuk ke dalam level keyakinan, maka umumnya manusia punya mekanisme pertahanan diri yang kokoh. Dan memang inilah salah satu fungsi pikiran asadar (unconscious), melindung sang diri dari berbagai hal yang mengancam. Misalnya, Anda buat seseorang trance lalu minta dia untuk telanjang di depan umum. Saya jamin sangat sulit, kalau enggan mengatakan tidak bisa. Namun dengan sedikit trik dan “kesabaran” pelaku, seorang lelaki bisa mengajak seorang gadis berhubungan seksual di luar nikah secara suka rela.

Pake hipnosis?

Nggak perlu. Pake rayuan biasa—yang tentunya juga punya efek trance—juga bisa. Bukankah Anda pernah mendengar ABG yang menikah karena hamil sebelum menikah?Sisi lain, fakta seperti ini pula lah yang menjelaskan mengapa para korban, cepat atau lambat, pasti akan sadar akan apa yang terjadi pada mereka, karena sugesti yang dimasukkan memang tidak permanen, akibat berlangsung dengan sangat cepat. Sebab jika tidak cepat dan pakai post hypnotic suggestion segala, tentu korban akan cepat sadar sedang dikerjai. Lalu, bagaimana dengan jawaban yang “tidak”? Alias kejahatan tersebut bukanlah menggunakan hipnosis?

Penjelasan saya seperti ini.

Kata “trance” sudah ada dalam bahasa Inggris sejak dulu. Dalam banyak novel berbahasa Inggris, kata ini banyak digunakan, menandakan ia adalah kondisi alamiah yang memang sudah disadari oleh manusia sejak dulu kala. Sementara itu, kata hipnosis sendiri adalah kata gubahan James Braid, memodifikasi nama Hypnos sang dewa tidur. Yang kemudian ketika disadari tidak tepat mewakili ilmu yang sebenarnya, maka ia ganti menjadi neurypnology. Cuman karena kata hipnosis sudah kadung popular, plus (mungkin) kata penggantinya relatif kompleks, maka sampai sekarang orang mengenal ilmu ini sebagai hipnosis. Nah, maka saya pribadi berpendapat bahwa hipnosis adalah ilmu yang memanfaatkan trance secara sistematik dan saintifik. Sehingga, sebuah kejahatan baru bisa disebut sebagai kejahatan hipnosis jika memang pelakunya secara sadar menggunakan ilmu sistematik ini yang juga ia pelajari secara sistematik. Namun karena fenomena trance adalah fenomena alamiah, maka sangat mungkin ada banyak orang yang mampu memanfaatkannya tanpa belajar ilmu hipnosis. Nah, dalam konteks inilah saya tidak sepakat jika dikatakan kejahatan penipuan dan perampokan sebagai kejahatan hipnosis. Kecuali jika memang pelakunya tahu persis ilmu hipnosis ini.Penjelasan yang terakhir ini saya anggap perlu, agar masyarakat dapat menilai hipnosis secara fair dan tidak gebyak uyah alias menyamaratakan semua praktisi hipnosis. Bahwa mungkin saja ada praktisi hipnosis bersertifikat yang melakukan kejahatan, tentu mungkin-mungkin saja. Meskipun menurut saya ia kurang cerdas. La wong hasil ngobyek di ruang praktik jauh lebih gedhe dan halal kok. Hehehe…Anyway, sebuah pertanyaan yang jauh lebih penting kemudian adalah: bagaimana mencegah dan mengatasinya?Ya sama dengan cara mencegah dan mengatasi kondisi trance lain. Berikut ini tips dari saya, melengkapi tips dari para pakar dan kawan-kawan yang juga sudah mempublikasikan pemikirannya.



Waspada.

Apa sih waspada? Dalam bahasa NLP, waspada adalah kondisi uptime, yakni ketika seluruh pikiran dan perasaan kita fokus pada hal-hal yang ada di luar diri. Trance terjadi ketika Anda mulai “masuk” alias berpikir ke dalam diri. Bagi orang yang berpengalaman, akan sangat mudah menandai apakah seseorang sudah trance atau belum. Kegiatan seperti bengong, melamun, SMS-an, BBM-an, dkk jelas masuk dalam kategori trance karena seseorang umumnya sedang membayangkan sesuatu, mendengarkan sesuatu (self talk), atau merasakan sesuatu dalam dirinya. Nah, maka dari itu, mulai sekarang dan seterusnya, setiap kali Anda berada di tempat-tempat umum, usahakan untuk sesedikit mungkin berpikir ke dalam. Sadari apa yang ada di sekeliling. Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, rasakan apa yang Anda rasakan, di luar diri Anda. Anda akan merasakan tubuh Anda dalam kondisi yang seimbang. Efeknya adalah ekspresi Anda yang juga berubah menjadi lebih percaya diri, firm. Maka kemungkinan Anda untuk jadi sasaran pun lebih kecil.



Berdoa.

Jika Anda sudah biasa berdoa sebelum berpergian, silakan sadari apakah setelah berdoa Anda menjadi lebih waspada dan yakin dengan diri Anda. Jika sudah, bagus. Jika belum, maka Anda perlu berdoa dengan penghayatan yang lebih dalam.

Caranya?

Sebelum keluar rumah, duduk atau berdiri dengan tenang dan rileks. Bacalah doa dengan perlahan, hayati maknanya. Hadirkan rasa aman karena merasa yakin akan perlindungan Tuhan. Tuhan selalu punya skenario yang seringkali belum bisa kita pahami. Maka apapun yang terjadi adalah skenarioNya. Pun jika ada sesuatu yang tidak Anda inginkan terjadi, yakinlah bahwa Dia punya maksud baik. Tidak ada satu orang pun yang bisa menjahati Anda jika bukan karena izinNya.Mungkin Anda merasakan perasaan aman dan nyaman ini di satu titik di tubuh Anda. Maka silakan sebarkan ke seluruh tubuh. Dan rasakan ia membentuk selubung yang melindungi diri Anda. Semisal, saya biasa mengucapkan “Allahu Akbar” dan membayangkan sebuah selubung melindungi diri saya, sehingga saya begitu kecil. Jika saya kecil, maka orang lain pun kecil di hadapan kebesaran Tuhan. Sesampainya di tempat tujuan, Anda dapat melakukan proses berdoa yang sama untuk menjalankan aktivitas Anda. Semisal, Anda bekerja di kantor, toko, dll. Maka berdoalah agar pekerjaan Anda lancar dan aman serta mendatangkan banyak rezeki yang halal. Wah, bonus nih. Hehehe…



Lakukan semua prosedur.

Banyak kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat jahat pelakunya, tapi juga karena ada kesempata. Begitu kata Bang Napi. Jadi, jalankan berbagai aturan yang ada sesuai aturannya. Baik itu di pekerjaan atau jalanan. Sebab melanggar aturan sejatinya menggoyahkan state yakin Anda, tanpa Anda sadari. Misalnya, seorang kawan nekat melanggar lampu merah. Baru lewat, eh, ketahuan sama Pak Polisi. Karena takut, akhirnya ia menuruti semua perkataan beliau. Pun ketika akhirnya diminta untuk “berdamai” saja. Hehehe…

Terdengar familiar?

Ya. Saya pun pernah mengalaminya. Saya menurut karena saya merasa bersalah. Maka keyakinan saya pun goyah. Nah, kondisi goyah seperti ini sangat mudah dikenali oleh pelaku kejahatan, untuk kemudian dimanfaatkan olehnya.Intinya, menjalankan segala sesuatu sesuai prosedur memberikan Anda ketenangan dan keyakinan, dan ujungnya, kewaspadaan.



Cermati Tanda-tanda Trance

Meskipun sudah waspada, bukan tidak mungkin jika pelaku tetap nekat untuk mengerjai Anda. Saya pun mengalaminya beberapa kali. Modusnya macam-macam, seperti sudah saya jelaskan di atas, namun prinsipnya adalah mereka selalu melakukan sesuatu yang mengajak Anda untuk masuk ke dalam, alias trance tadi itu.

Caranya?

Membuat bingung. Misalnya dengan mengerumuni seseorang.

Membuat hang. Umumnya dengan menepuk bahu, menginjak kaki, mengajak bersalaman lalu melakukan gerakan lain, dll. Membuka loop. “Eh, apa kabar? Udah lama nggak ketemu nih.” Pernyataan seperti ini akan membuat pikiran kita “terbuka” dan berusaha mencari sesuatu Informasi yang bisa menutupnya. Dan banyak cara lain. Kejadian di Lampung itu sepertinya menggunakan berbagai kombinasi pola sehingga efeknya semakin kuat.

Apa dong yang mesti dilakukan?

Katakan pada diri Anda,”Tenang…tenang…tenang. Waspada!” sambil Anda mengatur nafas Anda, dan berikan hentakan pada kata terakhir. Stop “masuk” ke dalam, dan fokus ke luar, yang ada di sekeliling Anda. Setelah itu Anda sudah bisa mengendalikan diri Anda lagi, dan segera ambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah efek kejahatan (jika memang ada indikasi kesana).Saya ingat pernah menerima sebuah telepon yang menggunakan metode membuka loop. Begitu menyadari mulai trance, saya pun segera melakukan hal di atas, sehingga bisa balik mengerjai sang penelepon.

Halo, siapa nih?

Halo! Apa kabar?

Ya, ini siapa?

Ah, lupa sama temannya. Kalau ada perlu aja baru ngontak. Sekarang lupa.

Siapa ya?

Coba siapa coba.

Siapa sih?

Coba siapa temen yang di kepolisian?

(Di titik ini saya mulai sadar, dan berhasil melakukan utilisasi)

Ooooh…Bejo! Apa kabar lu? Ah, belagu amat pake logat Batak segala!

Eh, bukan!

Alah…gw apal kok aslinya elu. Mau apa? Pake ngaku-ngaku dari kepolisian lagi.

Heh! Kamu jangan main-main ya?

Gini aja deh. Lu tahu siapa gua? Nanti gw kontak deh bos lu. Kalau lu butuh duit bilang aja. Dan cari yang halal.

Tuuuuuut…dan telepon pun ditutup.

Alhamdulillah, saya dan kawan saya selamat. Kejadian lain dialami oleh seorang kawan di ATM. Saat ia ditepuk, menoleh, lalu ditegur dengan heboh, “Oi! Sombong amat sama teman lama!”, kawan saya sempat tertegun. Namun seketika sadar ia tidak mengenali orang tersebut, ia pun membalas dengan tepukan yang lebih keras ke tangan sang pelaku, “Ah, sok kenal lu! Sana!”Sang pelaku pun bengong sambil megang tangannya yang sepertinya kesakitan. Demikianlah. Karena trance adalah kondisi alamiah, maka setiap orang, praktisi hipnosis sekalipun, selalu bisa mengalaminya. Jika langkah-langkah preventif sudah dilakukan, maka pasrahkan saja semuanya. Jalani hidup dengan tenang dan ikhlas. Kalaupun kena juga, tentunya ada maksud baik Tuhan agar kita belajar sesuatu.

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Read More......

Friday, April 16, 2010

5 hal yang dapat membuat anda lebih bahagia

5 hal yang dapat membuat anda lebih bahagia

Penelitian menunjukkan anda dapat meningkatkan suasana hati anda melalui beberapa cara praktis

Oleh Clara Moskowitz

LiveScience Senior Writer


updated 3:47 p.m. PT, Mon., Feb. 22, 2010

Mengejar kebahagiaan adalah sesuatu yang mudah dikatakan daripada dikerjakan.

Beberapa ilmuan berargumentasi bahwa kebahagiaan terutama tergantung pada genitik, kesehatan dan faktor-faktor lain yang kebanyakan di luar kontrol kita.

Tetapi penelitian akhir-akhir ini menunjukkan orang sesungguhnya dapat mengambil alih kebahagiaannya sendiri dan meningkatkannya melalui praktek-praktek tertentu

“Pertanyaannya adalah, apakah kita mungkin menjadi lebih bahagia?” kata psikolog Sonya Lyubomirsky dari Universitas California , Riverside. “Meskipun penelitian bahwa kebahagiaan sebagian ditentukan secara genitik, dan meskipun penemuannya menunjukkan bahwa situasi hidup mempunyai pengaruh lebih kecil pada kebahagiaan kita daripada yang kita pikirkan, kami berargumentasi bahwa tetaplah sebagian besar kebahagiaan kita berada dalam kekuatan kita untuk mengambil alih.”

Lyubomirsky berbicara di pertemuan tahunan dari Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Pengetahuan. Ia dan teman-teman sejawatnya tahun lalu meninjau 51 penelitian yang melalukan percobaan untuk menambah kebahagiaan melalui berbagai cara berpikir positif, dan menemukan bahwa praktek-praktek ini dapat sungguh meningkatkan kesejahteraan. Hasilnya dipublikasikan di Journal of Clinical Psychology.

Berikut ini ada lima hal di mana penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kebahagiaan.



1. Berterima kasihlah: Beberapa pengikut penelitian diminta untuk menulis surat ucapan terima kasih kepada orang yang telah menolong mereka dalam berbagai cara. Penelitian menemukan bahwa orang-orang ini melaporkan peningkatan kebahagiaan jangka panjang - sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan – setelah melaksanakan kebiasaan itu. Yang lebih mengherankan: Mengirimkan surat itu tidaklah penting. Bahkan ketika orang menulis surat tetapi tidak pernah mengirimkannya kepada orang yang berhak menerima, mereka tetap melaporkan merasa lebih bahagia setelah itu.



2. Jadilah optimis: Praktek lain yang sepertinya menolong adalah berpikir optimis. Pengikut penelitian diminta untuk membayangkan hari depan yang ideal – umpamanya, hidup dengan partner yang dicintai dan mendukung, atau menemukan pekerjaan yang memuaskan – dan menjelaskan angan-angan itu di jurnal. Setelah melakukan ini selama beberapa minggu, orang-orang ini juga melaporkan mengalami peningkatan perasaan sejahtera.



3. Hitunglah berkat anda: Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mempraktekkan penulisan tiga hal yang baik yang telah mereka alami setiap minggu mengalami peningkatan kebahagiaan. Sepertinya tindakan berfokus pada hal yang positif menolong orang mengingat hal-hal yang membahagiakan.



4. Gunakan kekuatan anda: Penelitian lain meminta orang untuk mengindentifikasi kekuatan terbesarnya, dan kemudian coba menggunakan kekuatan ini dalam cara-cara baru. Umpamanya, seseorang yang merasa mempunyai rasa humor yang baik dapat mencoba menceritakan lelucon untuk mencerahkan pertemuan bisnis atau membuat teman yang susah menjadi gembira. Kebiasaan ini sepertinya juga meningkatkan kebahagiaan.



5. Lakukan kebaikan: Teranyata menolong orang lain juga menoling diri sendiri. Orang yang menyumbangkan waktu atau uang untuk amal, atau mereka yang dengan rendah hati menolong orang yang membutuhkan, melaporkan perbaikan kebahagiaan mereka sendiri.

Lyubomirsky juga telah menciptakan aplikasi iPhone gratis, yang dinamalan Hidup Bahagia, untuk menolong orang meningkatkan kesejahteraannya.


Ini adalah terjemahan dari artikel 5 things that will make you happier dari

http://www.msnbc. msn.com/id/ 35527612/ ns/health- behavior/

Read More......

Thursday, April 8, 2010

RAHASIA BEBAS DARI KANKER SELAMANYA

RAHASIA BEBAS DARI KANKER SELAMANYA.
Artikel ini dikirimkan dr. Andry Hartono di sebuah milis, mungkin dapat membantu anda atau kerabat anda.

Memulihkan fungsi empat organ tubuh utama dan melepaskan tekanan batin.

Bagi pasien kanker, asal fungsi empat organ tubuh, berupa limpa, hati, usus besar dan ginjal sehat kembali, sudah boleh mengucapkan selamat berpisah dengan penyakit kanker, kencing manis, penyakit jantung dan darah tinggi.

Ketika pagi tadi saya memeriksa kembali para pasien kanker, banyak dari pasien kanker itu yang tadinya menderita tekanan darah tinggi, sekarang tekanan darahnya sudah normal, tadinya menderita penyumbatan pembuluh darah, sekarang tidak perlu lagi mengkonsumsi obat. Jelas, asal beberapa organ tubuh utama ini dapat dipulihkan secara perlahan- lahan, berbagai jenis penyakit peradaban baru dapat dihilangkan, namun itu bukan faktor utama satu-satunya. Kalau kanker hanya merupakan tumor, tentu lebih mudah ditangani.

Dahulu kita pernah berbuat suatu kesalahan besar dalam bidang medis, asal melihat sebuah tumor, lalu berusaha untuk membunuhnya melalui operasi, kemoterafi atau radiasi, pokoknya jalan terbaik adalah dibunuh dengan segala cara, kemudian dosis obat semakin tinggi semakin baik. Ketika sel kanker mati, orangnya juga mati.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam ilmu kedokteran, sebab masalah bukan berdiri sendiri, harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Maka dari itu, organ limpa harus dipulihkan terlebih dahulu, kita mesti memelihara suatu kebiasaan makan, dengan kandungan jenis biji-bijian, baik kasar mau pun halus, harus paling sedikit mencapai 50% dalam bahan makanan sehari-hari.

Biji-bijian ini adalah kacang merah, kacang kuning, kacang hijau, jali, dan lainnya, semua ini adalah jenis biji-bijian, biji teratai juga sangat baik, dengan konsep demikian, fungsi limpa dan hati akan membaik. Limpa berguna untuk produksi darah, setiap hari ada dua masa penting, yaitu jam 23.00 - 01.00 dan 11.00 - 13.00.

Maka ketika waktu istirahat memang sudah tiba, harus beristirahat. Orang sekarang kebanyakan memiliki masalah organ hati, kenapa demikian?

Tiga perusak organ hati adalah tidur larut malam, makan makanan berminyak dan suka marah. Minyak dapat membungkus organ hati, ketika anda menyantap makanan berminyak, lapisan minyak akan membungkus organ hati, membuat organ hati tidak berfungsi, maka jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan berminyak.

Bila semakin banyak tidur semakin lelah > peringatan akan masalah hati, ketika tidur, limpa mengumpulkan cairan darah dan dikirimkan ke hati untuk dibuang kandungan racunnya, darah bersih kemudian dikirimkan ke jantung, jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, apakah tujuannya ? Agar setiap
tempat yang tercapai oleh darah mendapatkan gizi, sehingga tubuh terjaga tetap sehat ... Sayang sekali, banyak orang sekarang telah memiliki masalah limpa, di mana limpa tidak mampu lagi mengumpulkan darah.

Hanya ada satu cara untuk menjaga kesehatan organ limpa, dengan mengkonsumsi jenis biji-bijian, lalu kenapa organ limpa orang sekarang sedemikian
buruknya dan tubuh banyak penyakit ? Karena tidak mengkonsumsi jenis biji-bijian, lebih suka makan hamburger, steak, kentang goreng, hanya makan sedikit nasi, itu pun jenis beras putih, kita semestinya mengkonsumsi jenis biji-bijian yang belum diolah, misalnya beras kasar.

Namun saya ingatkan semua orang, Singapura adalah negara tropis, maka jenis biji-bijian asal daerah beriklim dingin atau panas tidak cocok untuk
dikonsumsi oleh penduduk daerah tropis, seperti gandum, soba, barley dan sorghum, semua ini merupakan produk pertanian daerah beriklim dingin, tentu ada tubuh sebagian kecil orang yang memang tahan, namun tidak cocok untuk dikonsumsi oleh sebagian besar orang, bukan berarti bahan makanan ini tidak baik.

Apakah bahan makanan paling cocok untuk penduduk daerah tropis seperti kita ini ? Yaitu beras kasar dan ubi rambat, kedua jenis makanan ini cocok untuk penduduk seluruh dunia, selain itu juga ada jali dan sekoi yang lebih cocok untuk penduduk daerah tropis. Dengan memelihara kebiasaan makan jenis biji-bijian, fungsi organ limpa akan pulih.

Memulihkan fungsi pembuangan kotoran dari usus besar

Kalau anda sering merasa lelah, hati anda bermasalah, maka anda harus lebih cepat beristirahat. Setiap pagi, anda sulit sekali buang air besar, anda
bagai sedang berperang dengan WC saja, itu tentu sangat menyedihkan sekali.

Gejala apa ini ? Itu disebabkan daya serap tubuh anda terhadap makanan berserat sudah lemah, mengapa penderita kanker usus besar di Amerika sangat banyak, penderita kanker usus besar di daerah pantai Tiongkok juga banyak, penderita kanker usus besar di Singapura juga menempati urutan dua dari semua penderita kanker, sedangkan hasil riset terhadap penduduk daerah pedalaman Tiongkok menunjukkan tiada penderita kanker usus, sebab mereka setiap hari buang air besar dengan lancar, begitu jongkok langsung keluar, tinjanya bagai pisang saja, sangat cantik ! Bahkan berjejer dengan rapi.
Bukan begitu saja, saya jelaskan, tinja orang sehat, diameternya sekitar 2 - 3 cm, berbentuk batangan sepanjang 30 - 45 cm, kalau diletakkan di atas tanah, bisa berguling, bahkan berasap, bahkan ada wangi vanilla.

Pernah suatu hari, Billy menelepon saya dengan gembira, "Pak dosen, apa yang anda katakan memang benar, sebelumnya saya tidak yakin, sekarang saya ingin minta maaf pada anda." Saya bertanya: "Apa yang anda tidak yakin?"
"Anda katakan tinja orang sehat wangi vanilla, mana mungkin ? Namun sekarang tinja saya sudah wangi vanilla."
Kenapa ? Karena racun dalam usus sudah terbuang, apakah anda tidak merasa tahi lembu ada wangi vanilla ? Namun kotoran lembu sekarang sangat bau, sebab makanan lembu sekarang kacau balau, apalagi lembu disuntik antibiotik, kalau anda sulit buang air besar, apa artinya ini ? Segala penyakit berawal dari gejala usus besar sulit buang air besar.
Ketika usus besar anda sangat sehat, anda bukan bangun sendiri di pagi hari, namun dibangunkan oleh geliat usus besar. Kenapa ?
Karena antara jam 05.00 - 07.00 pagi, usus besar paling aktif bekerja, itu sebabnya kita meminta pasien kanker harus pergi tidur pada jam 21.00 malam,
demikian juga dengan pasien kencing manis. Orang pada umumnya harus tidur sebelum jam 23.00 malam, sebab pagi harinya jam 06.00 - 07.00 usus besarakan menggeliat untuk membangunkan anda, meminta anda untuk jongkok di WC.
Setiap hari berapa kali makan, juga berapa kali buang air besar, kalau begitu berapa kali seharusnya buang air ? Ingat !
Kalau 4 - 5 hari buang air sekali, itu artinya menderita penyakit susah buang besar parah, 2 - 3 hari buang air sekali termasuk penyakit susah buang besar tingkat menengah, sedangkan satu hari hanya sekali buang air besar termasuk penyakit susah buang besar tingkat ringan.

Bagaimana bisa disebut paling sehat dan normal? Berapa kali anda makan, sebegitu banyak kali pula anda buang air besar, itulah yang disebut sehat,
lagipula setiap kali jongkok, dalam 2 - 3 menit langsung beres.

Lihatlah tinja anda, berjejer dengan rapi, kalau pantat anda dibersihkan dengan kertas tissue, tidak akan ada tinja yang lengket, bersih sekali. Saya melihat ada sebagian orang sangat kasihan sekali, sepuluh lembar kertas tissue juga tidak sanggup membersihkan sisa kotoran di pantat, orang
demikian biasanya tidak memakai kertas tissue, langsung siram saja dengan air.

Sebab tubuhnya sangat kekurangan selulosa. Kalau makanan yang masuk ke dalam badan tidak dikeluarkan dalam jangka waktu 12 jam, akan berubah menjadi zat beracun. Racun yang tidak dibuang keluar ini akan diserap oleh dinding usus
besar, racun yang terserap ini akan dikembalikan oleh pembuluh balik gerbang ke hati, itu sungguh celaka ! Berakibat kerusakan hati yang bermasalah besar.
Maka, masalah hati berhubungan dengan usus besar, asal usus besar lancar, hati akan pulih dengan sendirinya, sistim kekebalan tubuh juga pulih, darah
yang dikirimkan ke jantung juga bersih, tubuh akan sulit terserang penyakit.

Ginjal adalah organ penting untuk metabolisma, pembuangan sekresi dan racun, cairan darah dalam tubuh melewati ginjal sebanyak 20 kali perjam,
kotoran metabolisma dari darah disaring oleh ginjal menjadi urin untuk dikeluarkan dari tubuh. Kalau fungsi ginjal bermasalah, pinggang akan terasa
linu-linu, sakit gembur-gembur, dalam cairan darah ada racun urin, tekanan darah tinggi, infeksi saluran kencing, lelah, sulit tidur, telinga berbunyi, rambut rontok, pandangan mata kabur, refleks tubuh berkurang, suka muram, sering merasa cemas, bahkan berpikiran bukan-bukan.

Segala jenis zat beracun yang ditimbulkan oleh minuman, makan dan udara yang masuk ke dalam tubuh, mau pun akibat tekanan batin, semuanya melewati ginjal. Kalau sampah ini terlalu banyak, beban kerja ginjal terlalu berat, dalam jangka pendek akan timbul penyumbatan atau infeksi, dalam jangka
panjang akan timbul gejala batu ginjal, fungsi ginjal menurun dan darah tidak bersih, paling parah harus menjalani proses cuci darah buatan, kalau tidak bisa membahayakan jiwa.

Bagi ginjal "pencegahan lebih baik daripada pengobatan". Tindakan terbaik adalah menjaga kesehatan dan menghindari tindakan merusak ginjal.

Sebab utama kerusakan ginjal adalah:
1. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan mengandung protein tinggi dari binatang, akibatnya timbul asam kencing berlebihan, beban kerja ginjal
terlalu berat.
2. Kerja terlalu lelah, tekanan terlalu berat, tidak cukup istirahat.
3. Terlalu banyak konsumsi obat-obatan berat, seperti obat pereda sakit dan antibiotik.
4. Lingkungan tercemar: air, tanah, udara dan suara ribut.
5. Terlalu banyak minum arak/keras, kopi, minuman bersoda, air dingin.
6. Cuaca dingin dan basah.
7. Kurang minum air.

Kalau ingin menjaga kesehatan ginjal, harus mengurangi bahaya di atas, lebih banyak minum air dan jus buah-buahan, seperti strawberry, cranberry,
blueberry, raspberry, semangka dan lemon.

Makan makanan berprotein dari tanaman, olah raga teratur, minum minuman alamiah yang ringan, istirahat secukupnya, menjaga kondisi hati gembira, cegah bagian pinggang jangan terkena udara dingin, sering-sering menggosok bagian pinggang dengan tepalak tangan, agar ginjal lebih terjaga.

Menjaga kondisi ginjal dengan lemon

Lemon baik untuk ginjal, juga hati.
1. Menjaga kesehatan ginjal dengan jus lemon hangat.
Setiap bangun tidur, buat jus dari sebutir lemon, tambahkan air hangat 200 cc (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum) ,
minum pelan-pelan dalam kondisi perut kosong, itu bisa membersihkan ginjal, juga memperlancar buang air.

2. Jus lemon untuk membuang batu ginjal
Peras jus dari 12 butir lemon segar (kalau sudah mau diminum baru diperas), tambahkan air hangat secukupnya (boleh tambahkan garam laut sedikit agar
terasa lebih enak diminum), terus minum selama 7 hari (setiap hari 12 butir lemon, makan minum lainnya seperti biasa). Batu ginjal halus akan keluar bersama dengan urin. Ketika keluar akan terasa sakit, kalau batu ginjal sudah besar, sudah berakibat infeksi dan sakit, boleh minum jus cranberry untuk meredakan sakit dan mengobati infeksi.

Enam cara untuk menghilangkan tekanan batin
Banyak orang pernah menderita tekanan batin akibat beban hidup, beban kerja atau beban hubungan sesama, kalau tekanan batin bisa dikelola dengan baik, akan menjadi sejenis daya dorong yang menimbulkan motivasi hidup. Akan tetapi, kalau tekanan batin tetap ada, tidak dapat diuraikan, bahkan semakin bertambah, ini akan mendatangkan masalah besar pada kelenjar ginjal dan hormon, membangkitkan penyakit dalam sistim kekebalan tubuh, berakibat masalah sangat parah.

Sebagian besar penderita depresi disebabkan oleh tekanan batin sangat besar yang datang secara tiba-tiba, tanpa sanggup menguraikannya. Tekanan batin datang ketika bertemu kesulitan besar, maka kita harus belajar menangani kesulitan.

Kanker berhubungan paling erat dengan tekanan batin, umumnya enam bulan sebelum terserang kanker, penderitanya dilanda masalah dengan tekanan batin berat. Ketika ada tekanan batin, anda harus belajar rileks.

Hembusan nafas bisa berpengaruh pada frekuensi gelombang otak, frekuensi gelombang otak bisa berpengaruh pada kecepatan detak jantung, kecepatan detak jantung bisa berpengaruh pada kecepatan ketat-lemasnya otot. Dengan kata lain, ketika anda merubah cara bernafas, kondisi otot dan perasaan akan membaik, cara ini juga dipergunakan untuk terapi pasien makan langsung muntah.

1. Menggosok kedua telapak tangan
Ketika mata anda lelah, cara ini paling efektif, dapat membantu kelancaran aliran darah, stamina dan semangat akan segera timbul kembali.

2. Olah raga
Dengan seluruh badan bergoncang, semangat akan kembali dengan segera, paling baik kalau olah raga rutin, sebab olah raga adalah cara terbaik untuk
melepaskan tekanan batin. Selain itu, berjalan kaki dengan kaki ayam di atas rerumputan, juga dapat melepaskan tekanan batin, persyaratan mendasar harus menjadikannya sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari- hari.

3. Tidur
Namun orang sekarang kebanyakan sulit tidur nyenyak. Menurut statistik dokter Taiwan, di Taiwan ada sebanyak 5 juta warga yang hanya bisa tidur
dengan bantuan obat tidur. Tidur itu adalah tekniknya, harus dingat kala tidur jangan meletakkan tangan di depan dada, bisa mendatangkan mimpi buruk.
Juga jangan letakkan di bagian pinggang, bisa menyebabkan tekanan pada organ tubuh, paling baik letakkan di kedua samping tubuh, dengan telapak tangan menghadap ke atas. Semakin baik tidur seseorang, tekanan batin semakin cepat hilang.
Namun jangan tunggu sampai sangat lelah baru tidur, malah akan lebih sulit untuk tidur, sudah lelah masih susah tidur berarti hati sudah rusak berat karena menderita dua kali, yaitu lelah dan tidak bisa istirahat.

4. Istirahat
Istirahat berbeda dengan tidur, istirahat adalah meninggalkan pekerjaan semula dan menukarnya dengan sebuah pemandangan. Contohnya saat makan jangan lakukan di meja kerja semula, usahakan membawa bekal makanan dari rumah atau
disediakan perusahaa n, jangan makan di luar, hanya menghabsikan waktu, apalagi kebanyakan makan di luar dapat merupakan biang kanker. Usahakan
membawa bekal sendiri, lebih meta waktu, makan mengikuti formula buang racun saya ini, setelah makan, sisakan 15 menit untuk mengerjakan hal yang tiada hubungan dengan kerja sama sekali. Sisa waktu pergunakan untuk melakukan senam pernafasan dengan perut, melalui gerak pernafasan buat diri agar
rileks.

5. Menjaga makan minum Jangan konsumsi makanan bertekanan tinggi, semua makanan yang menyebabkan iritasi merupakan makanan bertekanan tinggi, semakin banyak konsumsi makanan ini akan membuat saraf simpatetik bekerja berlebihan, kadangkala mengganggu semua fungsi tubuh hingga berada dalam kondisi bahaya.
Apa yang disebut makanan bertekanan tinggi? Coca cola, kopi, teh, alkohol, rokok, produk turunan susu dan produk turunan daging, semua jenis daging,
terutama yang telah diproses dengan minyak merupakan makanan bertekanan tinggi.

Makanan jenis apa yang bisa membuat perasaan gembira ? Sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Minuman paling manjur menurunkan tekanan adalah
air. Minum air bisa mengurangi tekanan, minum air yang baik dapat menghilangkan tekanan batin. (WHO menemukan, lebih dari 80% penyakit berhubungan langsung dengan sumber air yang kurang bersih).

6. Berjemur sinar mentari
Sinar mentari memiliki kemampuan pengobatan. Banyak penderita depresi merupakan orang yang tidak suka mandi sinar mentari, dengan sering berjemur sinar mentari, antibodi akan meningkat.

Read More......

Monday, March 8, 2010

RESIGN

Joke yang mengena sekali. Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di
pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes
perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau
resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya,
manajer = M, dan prayitno = P

M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality
kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh
karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan
kesehatan gak full

M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani
2 company sebelum ini
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak,
wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya pilih yg
rewardnya lebih

M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward,
kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara
yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum
saya

M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa
sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum
ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak
P = disini juga sama aja
saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2
gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik
dunk.......

M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang
segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu
hanya mengejar "live". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk
bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih
mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari
orientasi "live" klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos,
pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company
yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang
"live exixtency". So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat
pekerjaan saya

M = prayitno.... klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2.... selalu
ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
P = emang gak bakal abis pak.... karena itu, ngapain saya abisin disini?
mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?

M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju
karena loyal
P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang
dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah,
terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya
gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka
harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak
yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada
mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa
tas berat aja dicuekin

M = tapi dimana responsibility kmu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan
untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan
uang masuk ke kantong pemilik saham.
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling
utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil,
itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya
meningkat.. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang
pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign...... ...

P = Nggak bisa pak.... kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai
background. ..

Read More......

Wednesday, February 17, 2010

Karakter orang-orang yang beruntung

TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang psikolog dari Inggris, Richard Wiseman, berhasil menyimpulkan karakter orang-orang yang beruntung dan karakter itu bisa ditiru.

Wiseman melakukan p enelitian soal orang yang beruntung dan tidak beruntung ini sejak sekitar 10 tahun silam. Ia mengumpulkan data 400 orang. Separuh menyatakan selalu beruntung dan separuhnya lagi menyatakan selalu sial.

Psikolog ini ingin meneliti mengapa orang selalu beruntung--mendapat terobosan, berada di tempat  yang tepat di waktu yang tepat pula.

"Setelah melakukan banyak percobaan, saya percaya bahwa sekarang saya memahami mengapa orang lebih beruntung dibanding yang lain," ungkapnya seperti yang ia tulis dalam koran Telegraph dari Inggris. Dan yang lebih penting lagi, katanya, "Dan mungkin untuk menjadi orang yang lebih beruntung (jika menirunya)."

Ia memulai penelitian dengan memasang iklan di koran nasional dan majalah. Ia meminta orang yang selalu beruntung--atau tidak beruntung--untuk menghubunginya. Selama bertahun-tahun itu, sekitar 400 orang, pria wanita, dari 18 tahun sampai 84 tahun, datang kepadanya.

Orang beruntung itu misalnya Jessica, ilmuwan forensik berusia 42 tahun. Ia mengatakan, "Saya memiliki pekerjaan yang saya cita-citakan, dua anak yang menyenangkan, dan pria yang saya sangat cintai. Luar biasa. Jika saya memandang masa lalu saya, saya sadar saya selalu beruntung di semua hal."

Sebaliknya Carolyn, perawat berusia 34 tahun, merasa sebagai orang yang selalu sial. Ia gampang kecelakaan. Saat saat ia terkilir karena kejeblos lubang jalan, kapan hari tulang belakang cidera karena jatuh, sampai saat belajar menyetir menabrakkan mobil ke pohon. Ia juga tidak beruntung dalam urusan asmara dan merasa selalu berada di tempat yang salah pada saat yang salah.

Bertahun-tahun ia mewawancarai orang-orang ini dan mereka diminta mengisi buku harian, memberi jawaban, melakukan tes IQ, dan mengundang mereka ikut dalam sejumlah percobaan.

Hasilnya, kata Wiseman, orang-orang itu memang tidak tahu mengapa mereka selalu beruntung atau selalu sial. Tapi, kata Wiseman, "Pikiran dan perilaku mereka yang menyebabkan keberuntungan atau ketidak beruntungan itu."

Misalnya saja bagaimana orang yang selalu beruntung selalu bisa melihat peluang sedang orang yang sial, tak pernah bisa melihat peluang.

Wiseman melakukan percobaan sederhana untuk melihat bagaimana orang bisa melihat peluang atau tidak. Wiseman memberi orang yang beruntung dan tidak beruntung sebuah surat kabar.  Ia meminta orang-orang itu menghitung jumlah foto di dalam koran itu.

Rata-rata, orang yang tidak beruntung membutuhkan dua menit untuk menghitung foto. Tapi orang yang beruntung hanya butuh satu atau dua detik.

Tahu penyebab perbedaaan ini?

Di halaman dua koran itu adalah tulisan denga huruf sebesar lima sentimeter dan ruangnya sebesar setengah halaman yang bertuliskan: "Berhenti menghitung. Ada 43 foto di koran ini."

Orang beruntung bisa melihat tulisan mencolok itu, sedang orang sial tidak bisa melihatnya.

Wiseman menyempatkan iseng menulis tulisan seukuran sama di bagian tengah koran. Tulisannya: "Berhenti menghitung. Bilang pada si peneliti jika Anda sudah melihat ini dan mendapatkan 250 poundsterling" .

Tapi kembali, orang yang tidak beruntung itu tidak melihat tulisan itu sehingga tidak bisa mendapatkan 250 poundsterling (Rp 3,6 juta) dari peneliti saat itu juga. Orang yang tidak beruntung terlalu sibuk menghitung foto sehingga gagal memanfaatkan dua peluang di satu koran saja.

Tes kepribadian juga memperlihatkan bahwa orang yang tidak beruntung pada dasarnya lebih tegang daripada yang beruntung. Ketegangan ini membuat mereka tidak bisa menangkap hal-hal di luar dugaan yang kadang menguntungkan.

Bagaimana ketegangan ini bisa membuat orang tidak bisa menangkap peluang, tampak dari percobaan ini. Sekelompok orang--beruntung dan tidak beruntung--diminta melihat kursor  yang bergerak-gerak di tengah layar komputer. Tanpa ada tanda-tanda, sebuah titik besar kadang muncul di ujung layar. Hampir semua orang yang ikut percobaan ini, melihat titik besar yang muncul di ujung layar.

Nah, bagaimana jika mereka diberi ketegangan? Begini caranya. Ada kelompok satunya, beruntung dan tidak beruntung. Mereka ini itu dijanjikan hadiah uang besar jika memperhatikan kursor di tengah layar. Mereka menjadi tegang dan memusatkan perhatian pada kursor di tengah layar.  Hasilnya, hampir sepertiga peserta tidak bisa melihat titik besar di ujung layar.

Nah, orang yang tidak beruntung, terlalu fokus pada satu hal sehingga melupakan hal  yang lain yang kadang membawa keberuntungan. Hal ini tampak bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari.

Saat orang yang selalu tidak beruntung pergi ke pesta misalnya, mereka sangat memusatkan perhatian agar bisa mendapatkan pasangan yang sempurna. Akibatnya? Mereka kehilangan kesempatan membuat banyak teman baru padahal mungkin sekali satu dari banyak teman baru itu adalah orang yang sempurna menjadi pasangannya.

Begitu pula saat mereka melihat iklan lowongan pekerjaan. Orang yang selalu tidak beruntung hanya melihat jenis-jenis pekerjaan yang mereka inginkan padahal sangat mungkin ada pekerjaan lain. Orang yang beruntung lebih santai dan melihat yang ada di iklan-iklan lowongan, bukan sekedar mencari sesuatu.

Berdasarkan riset, ternyata orang-orang itu selalu beruntung karena hal-hal berikut:

1. Orang beruntung trampil menciptakan dan melihat peluang bagus.

2. Orang beruntung membuat keputusan beruntung karena mengikuti naluri.

3. Orang beruntung menciptakan sugesti diri yang positif.

4. Orang beruntung cenderung bersikap tabah sehingga nasib sial berubah menjadi baik.

5. Orang beruntung menelaah pilihan hidup secara rasional sekaligus merasakannya, tidak hanya sisi rasional semata. Sisi perasaan ini menjadi alarm dan membuat orang berhati-hati mengambil keputusan.

6. Orang beruntung selalu mencoba hal yang baru, berbeda dengan orang yang tidak beruntung yang selalu melakukan hal rutin. Orang yang tidak beruntung selalu berangkat dan pulang kerja dengan rute sama. Begitu pula dengan saat pergi ke pesta misalnya, orang yang beruntung dengan riang mengajak mengobrol orang-orang dengan baju warna sama misalnya. Sedang yang tidak beruntung, hanya mengobrol dengan orang yang sudah dikenal. Akibatnya, ia banyak kehilangan kesempatan yang mungkin membawa keberuntungan.

7. Orang beruntung cenderung melihat sisi positif jika ada masalah. Jika terjatuh dan keseleo, misalnya, masih bersyukur karena tidak patah kaki.

Wiseman kemudian mencoba-coba barangkali keberuntungan bisa dipelajari. Ia pun membuat "kursus keberuntungan" , yang mengubah nasib seseorang.

Psikolog ini meminta sekelompok orang yang beruntung dan tidak beruntung untuk ikut kursus selama sebulan. Mereka menjalani latihan yang memaksa mereka berpikir dan berperilaku seperti orang beruntung semua. Latihan ini membantu mereka melihat peluang, mendengarkan naluri, berharap beruntung, dan lebih tabah saat tidak beruntung.

Sebulan kemudian, orang-orang itu kembali dan melaporkan apa yang terjadi. Hasilnya dramatis, 80 persen orang itu sekarang lebih bahagia, lebih puas dengan hidup mereka, dan--yang terpenting-- lebih sering beruntung.

Orang yang semula sudah merasa sering beruntung menjadi jauh lebih beruntung, sedang yang tadinya tidak pernah beruntung menjadi beruntung. Carolyn, misalnya. Ia lolos ujian SIM, tidak lagi gampang kecelakaan, dan lebih percaya diri.

Read More......

Thursday, February 4, 2010

Menikmati Pekerjaan yang Tidak Anda Sukai


Kalau semua orang, setelah lulus dari universitas, lantas mendapatkan pekerjaan sesuai dengan harapan dan cita-citanya, maka betapa indahnya hidup ini. Tapi, hal seperti itu hanya terjadi dalam dunia ideal. Sedangkan dalam kenyataan sehari-hari, kehidupan lebih sering berjalan jauh dari situasi yang kita idealkan. Sudah bukan cerita baru lagi kalau banyak lulusan teknik yang akhirnya, karena berbagai faktor dan keadaan yang memaksa, bekerja di bank atau lulusan pertanian ujung-ujungnya menjadi wartawan.

Barangkali Anda termasuk karyawan yang diam-diam merasa tidak menyukai pekerjaan Anda. Penyababnya bisa banyak hal. Namun, apa pun itu, yang jelas itulah kenyataan yang Anda hadapi saat ini. Berhentilah mengeluh, dan mulailah untuk belajar menyadari bahwa Anda tidak bisa terus-menerus buang-buang waktu dengan menyesali apa yang telah terjadi. Sebab, kadang, pada kenyataannya, sebanyak apa pun keluhan Anda toh, keberanian untuk berhenti dan mencari pekerjaan lain yang sesuai keinginan, tak kunjung Anda miliki.

Lebih-lebih, dalam situasi krisis seperti sekarang, mencari pekerjaan sulit dan bahkan banyak terjadi PHK, mungkin Anda akan semakin tenggelam dalam kubikel meja kerja Anda dan menelan ketidaksukaan Anda pada pekerjaan yang harus Anda jalani sehari-hari. Mau tidak mau. Nasihat paling gampang, tentu, terimalah kenyataan. Tapi, Anda pasti akan mengejar lagi, setelah itu apa? Baiklah, mudah-mudahan tips berikut ini cukup membantu:

1. Sadarilah, untuk mencapai suatu kesuksesan orang harus mampu melakukan dengan baik hal-hal yang tidak disukai, termasuk pekerjaan. Bersikaplah profesional, konsisten dengan kinerja yang bagus. Bila Anda menonjol di antara teman-teman sekantor, mungkin Anda akan merasa lebih terpacu untuk mencintai pekerjaan Anda.

2. Berusahalah untuk melihat suatu pekerjana bukan semata-mata sebagai hasil, melainkan lebih pada prosesnya. Rasakan dan nikmati proses itu. Anda akan belajar banyak hal dari sana.

3. Berpikirlah ke depan. Lihat apa yang Anda lakukan sekarang ini dalam tatapan jangka panjang. Yakinlah bahwa apa yang Anda kerjakan saat ini akan bermanfaat dan memberi konstribusi pada masa depan Anda nanti --sebagai apa pun dan di mana pun Anda di masa yang akan datang.

4. Libatkan diri Anda dalam pergaulan yang seluas-luasnya dalam lingkungan kerja. Nikmati interaksi dengan orang lain. Belajarlah dari tim bagaimana menyelesaikan masalah bersama. Jangan lewatkan kesempatan untuk terlibat dalam urusan-urusan dengan klien, bertemu orang baru, saling tukar kartu nama dengan kolega-kolega.

5. Selalu berpikir positif. Barangkali ini agak klise tapi, konteksnya begini: jadikanlah situasi yang menekan (karena Anda tidak suka dengan pekerjaan Anda) itu sebagai peluang. Berpikirlah bahwa ini semua tantangan bagi Anda.


portalhr.com

Read More......

Mengatasi "Burnout" di Tempat Kerja

"Burnout” adalah kondisi terperas habis dan kehilangan energi psikis maupun fisik. Biasanya hal itu disebabkan oleh situasi kerja yang tidak mendukung atau tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan.

Biasanya burnout dialami dalam bentuk kelelahan fisik, mental, dan emosional yang intens. Karena bersifat psikobiologis (beban psikologis berpindah ke tampilan fisik, misalnya mudah pusing, tidak dapat berkonsentrasi, gampang sakit) dan biasanya bersifat kumulatif, maka kadang persoalan tidak demikian mudah diselesaikan. Bahkan, seperti spiral, bisa makin melebar, mengganggu kinerja dan pada gilirannya dapat menyebabkan tambahan tekanan bagi pekerja yang lain.

Kekurangjelasan hak dan tanggung jawab kerja serta konflik peran (misalnya tuntutan kerja tidak konsisten dengan nilai-nilai yang diyakini) dapat berkontribusi. Terlebih bila ada beban berlebih, tuntutan kerja yang berat tanpa ada penghargaan atau capaian yang dirasa memadai. Sedikitnya dukungan sosial di dalam lembaga maupun dari luar lembaga serta kesulitan untuk mengambil keputusan mandiri juga dapat menjadi penyebab.

Menurut Psikolog Kristi Poerwandari dalam artikel "Mengatasi Burnout di Tempat Kerja" (Minggu, 10 Januari 2010), idealnya lembaga tempat kerja bisa mengembangkan mekanisme untuk mencegah atau meminimalkan burnout, dan pemimpin memahami peran yang secara ideal dijalankannya untuk membawa energi positif dan kesolidan kerja dalam timnya.

Namun, tidak jarang ada kasus, justru pemimpin menjadi pihak yang menyebabkan, atau memperparah situasi. Jika hal itu terjadi, Kristi menyarankan adanya komunikasi secara terbuka, jujur sekaligus tetap santun dengan sang pemimpin tersebut. Sekaligus, anak buah yang bersangkutan perlu mencoba memahami visi atasan, dan menjelaskan situasi nyata di lapangan agar terjadi kompromi.

Bila bawahan memang sulit mengupayakan komunikasi yang lebih baik dengan atasan, yang dapat dilakukan tampaknya hanyalah mengembangkan mekanisme pribadi dan lingkungan kerja terdekat untuk meminimalkan atau mengatasi masalah:

Berikut tips dari Kristi Poerwandari:

-Mengelola beban kerja secara realistis, menyadari bahwa tidak semua persoalan dapat segera dibereskan secara tuntas.

-Menyeimbangkan gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan sehat, tidur dan istirahat cukup, berolahraga, dan mempertahankan koneksi dengan orang-orang dekat sebagai kelompok dukungan.

-Mengurangi ketegangan dengan berbagai cara fisik (olah napas, relaksasi, olah tubuh), menyelang-seling aktivitas stres tinggi (misalnya rapat penting, lobi) dengan aktivitas bertegangan rendah (bercakap dengan bawahan), menggunakan waktu jeda atau istirahat untuk recharge energi seperti ngobrol dengan teman dekat, nonton drama-komedi, duduk di depan kolam ikan, atau melakukan hobi.

-Menyadari atau mewaspadai tanda-tanda awal stres kerja (konflik dengan rekan dan atasan, beban berlebih) dan segera mengambil langkah mengelola atau mengatasinya.

Bila kita masih saja merasa sangat tidak nyaman dan tidak lagi terhubung dengan tempat kerja, bahkan terus berpikir ingin pergi, mungkin memang saatnya bagi kita untuk menemukan atau mengonstruksi yang baru.





portalhr.com

Read More......

Saturday, January 23, 2010

TIPS CARA MENGISI BENSIN

TIPS CARA MENGISI BENSIN/BAHAN BAKAR
KENDARAAN ANDA


Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini:
Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………tetapi di sini, di Durban, harga bahan bakar juga mahal. Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.
Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam kami memompakan/menyalurkan kurang lebih 4 juta liter.
Satu hari solar, hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded. Kami di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas seluruhnya 16.800.000 liter.

1. BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA DENGAN BAHAN BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH DINGIN.

Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli. Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1
derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

2. SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.

Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi. Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck
yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

3. YANG PERLU DIINGAT LAGI, JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI PENYIMPANAN

Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk
naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda. Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.

Read More......

intervew

Apakah sekarang anda lagi cari kerja..berikut ada artikel tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan dalam melamar pekerjaan, silahkan dibaca,,semoga bermanfaat..

Interview

1. Tell me about yourself:
The most often asked question in interviews. You need to have a short statement prepared in your mind. Be careful that it does not sound rehearsed. Limit it to work-related items unless instructed otherwise. Talk about things you have done and jobs you have held that relate to the position you are interviewing for. Start with the item farthest back and work up to the present.

2. Why did you leave your last job?
Stay positive regardless of the circumstances. Never refer to a major problem with management and never speak ill of supervisors, co-workers or the organization. If you do, you will be the one looking bad. Keep smiling and talk about leaving for a positive reason such as an opportunity, a chance to do something special or other forward-looking reasons.

3. What experience do you have in this field?
Speak about specifics that relate to the position you are applying for. If you do not have specific experience, get as close as you can.

4. Do you consider yourself successful?
You should always answer yes and briefly explain why. A good explanation is that you have set goals, and you have met some and are on track to achieve the others.

5. What do co-workers say about you?
Be prepared with a quote or two from co-workers. Either a specific statement or a paraphrase will work. Jill Clark, a co-worker at Smith Company, always said I was the hardest workers she had ever known. It is as powerful as Jill having said it at the interview herself.

6. What do you know about this organization?
This question is one reason to do some research on the organization before the interview. Find out where they have been and where they are going. What are the current issues and who are the major players?

7. What have you done to improve your knowledge in the last year?
Try to include improvement activities that relate to the job. A wide variety of activities can be mentioned as positive self-improvement. Have some good ones handy to mention.

8. Are you applying for other jobs?
Be honest but do not spend a lot of time in this area. Keep the focus on this job and what you can do for this organization. Anything else is a distraction.


9. Why do you want to work for this organization?
This may take some thought and certainly, should be based on the research you have done on the organization. Sincerity is extremely important here and will easily be sensed. Relate it to your long-term career goals.

10. Do you know anyone who works for us?
Be aware of the policy on relatives working for the organization. This can affect your answer even though they asked about friends not relatives. Be careful to mention a friend only if they are well thought of.

11. What kind of salary do you need?
A loaded question. A nasty little game that you will probably lose if you answer first. So, do not answer it. Instead, say something like, That’s a tough question. Can you tell me the range for this position? In most cases, the interviewer, taken off guard, will tell you. If not, say that it can depend on the details of the job. Then give a wide range.

12. Are you a team player?
You are, of course, a team player. Be sure to have examples ready. Specifics that show you often perform for the good of the team rather than for yourself are good evidence of your team attitude. Do not brag, just say it in a matter-of-fact tone. This is a key point.

13. How long would you expect to work for us if hired?
Specifics here are not good. Something like this should work: I’d like it to be a long time. Or As long as we both feel I’m doing a good job.

14. Have you ever had to fire anyone? How did you feel about that?
This is serious. Do not make light of it or in any way seem like you like to fire people. At the same time, you will do it when it is the right thing to do. When it comes to the organization versus the
individual who has created a harmful situation, you will protect the organization. Remember firing is not the same as layoff or reduction in force.

15. What is your philosophy towards work?
The interviewer is not looking for a long or flowery dissertation here. Do you have strong feelings that the job gets done? Yes. That’s the type of answer that works best here. Short and positive, showing a benefit to the organization.

16. If you had enough money to retire right now, would you?
Answer yes if you would. But since you need to work, this is the type of work you prefer. Do not say yes if you do not mean it.

17. Have you ever been asked to leave a position?
If you have not, say no. If you have, be honest, brief and avoid saying negative things about the people or organization involved.


18. Explain how you would be an asset to this organization
You should be anxious for this question. It gives you a chance to highlight your best points as they relate to the position being discussed. Give a little advance thought to this relationship.

19. Why should we hire you?
Point out how your assets meet what the organization needs. Do not mention any other candidates to make a comparison.

20. Tell me about a suggestion you have made
Have a good one ready. Be sure and use a suggestion that was accepted and was then considered successful. One related to the type of work applied for is a real plus.

21. What irritates you about co-workers?
This is a trap question. Think real hard but fail to come up with anything that irritates you. A short statement that you seem to get along with folks is great.



22. What is your greatest strength?
Numerous answers are good, just stay positive. A few good examples: Your ability to prioritize, Your problem-solving skills, Your ability to work under pressure, Your ability to focus on projects, Your professional expertise, Your leadership skills, Your positive attitude

23. Tell me about your dream job.
Stay away from a specific job. You cannot win. If you say the job you are contending for is it, you strain credibility. If you say another job is it, you plant the suspicion that you will be dissatisfied with this position if hired. The best is to stay genetic and say something like: A job where I love the work, like the people, can contribute and can’t wait to get to work.

24. Why do you think you would do well at this job?
Give several reasons and include skills, experience and interest.

25. What are you looking for in a job?
See answer # 23

26. What kind of person would you refuse to work with?
Do not be trivial. It would take disloyalty to the organization, violence or lawbreaking to get you to object. Minor objections will label you as a whiner.

27. What is more important to you: the money or the work?
Money is always important, but the work is the most important. There is no better answer.

28. What would your previous supervisor say your strongest point is?
There are numerous good possibilities:
Loyalty, Energy, Positive attitude, Leadership, Team player, Expertise, Initiative, Patience, Hard work, Creativity, Problem solver

29. Tell me about a problem you had with a supervisor
Biggest trap of all. This is a test to see if you will speak ill of your boss. If you fall for it and tell about a problem with a former boss, you may well below the interview right there. Stay positive and
develop a poor memory about any trouble with a supervisor.

30. What has disappointed you about a job?
Don’t get trivial or negative. Safe areas are few but can include:

Not enough of a challenge. You were laid off in a reduction Company did not win a contract, which would have given you more responsibility.

31. Tell me about your ability to work under pressure.
You may say that you thrive under certain types of pressure. Give an example that relates to the type of position applied for.

32. Do your skills match this job or another job more closely?
Probably this one. Do not give fuel to the suspicion that you may want another job more than this one.

33. What motivates you to do your best on the job?
This is a personal trait that only you can say, but good examples are: Challenge, Achievement, Recognition

34. Are you willing to work overtime? Nights? Weekends?
This is up to you. Be totally honest.

35. How would you know you were successful on this job?
Several ways are good measures:
You set high standards for yourself and meet them. Your outcomes are a success.Your boss tell you that you are successful

36. Would you be willing to relocate if required?
You should be clear on this with your family prior to the interview if you think there is a chance it may come up. Do not say yes just to get the job if the real answer is no. This can create a lot of problems later on in your career. Be honest at this point and save yourself future grief.

37. Are you willing to put the interests of the organization ahead ofyour own?
This is a straight loyalty and dedication question. Do not worry about the deep ethical and philosophical implications. Just say yes.

38. Describe your management style.
Try to avoid labels. Some of the more common labels, like progressive, salesman or consensus, can have several meanings or descriptions depending on which management expert you listen to. The situational style is safe, because it says you will manage according to the situation, instead of one size fits all.

39. What have you learned from mistakes on the job?
Here you have to come up with something or you strain credibility. Make it small, well intentioned mistake with a positive lesson learned. An example would be working too far ahead of colleagues on a project and thus throwing coordination off.

40. Do you have any blind spots?
Trick question. If you know about blind spots, they are no longer blind spots. Do not reveal any personal areas of concern here. Let them do their own discovery on your bad points. Do not hand it to them.

41. If you were hiring a person for this job, what would you look for?
Be careful to mention traits that are needed and that you have.

42. Do you think you are overqualified for this position?
Regardless of your qualifications, state that you are very well qualified for the position.

43. How do you propose to compensate for your lack of experience?
First, if you have experience that the interviewer does not know about, bring that up: Then, point out (if true) that you are a hard working quick learner.

44. What qualities do you look for in a boss?
Be generic and positive. Safe qualities are knowledgeable, a sense of humor, fair, loyal to subordinates and holder of high standards. All bosses think they have these traits.

45. Tell me about a time when you helped resolve a dispute betweenothers.
Pick a specific incident. Concentrate on your problem solving technique and not the dispute you settled.

46. What position do you prefer on a team working on a project?
Be honest. If you are comfortable in different roles, point that out.

47. Describe your work ethic.
Emphasize benefits to the organization. Things like, determination to get the job done and work hard but enjoy your work are good.

48. What has been your biggest professional disappointment?
Be sure that you refer to something that was beyond your control. Show acceptance and no negative feelings.


49. Tell me about the most fun you have had on the job.
Talk about having fun by accomplishing something for the organization.

50. Do you have any questions for me?
Always have some questions prepared. Questions prepared where you will be an asset to the organization are good. How soon will I be able to be productive? and What type of projects will I be able to assist on? Are examples.

Read More......

Kumpulan tips-tips motivasi

Anda pasti tak asing dengan Mario Teguh,,yah seorang motivator yang handal..

berikut sedikit dari kumpulan motivasi yang dibuat oleh beliau.semoga bermanfaat.

Read More......

Buku Kumpulan motivasi

Anda merasa kehilangan gairah hidup? anda butuh sesuatu untuk membuat hidup anda menjadi lebih hidup? mungkin anda malu untuk bercerita pada orang dan meminta sarannya..

tidak usah khawatir, ada sebuah buku yang berisi tentang motivasi,cerita-cerita bijak yang mungkin akan membuat anda bergairah lagi dalam mengarungi hidup ini.dan semoga buku ini bisa membuat anda menjadi manusia yang lebih baik..silahkan download saja di link berikut :
dan terimakasih pada penciptanya yang bisa memberikan buku yang sangat bermanfaat ini.

Read More......

TungDesem Waringin

Ditengah himpitan ekonomi masyarakat saat ini, masih banyak pula para milyader di bangsa kita yang tercinta ini...memang terjadi kesenjangan, namun jangan jadikan perbedaan tersebut hanya untuk mengeluh dan menunggu saja, namun bergerak lah jemputlah bola atau perlu rebutlah bola..ingin tau apa rahasia sukses para milyader tersebut..silahkan temui : 24 ilmu para milyader berikut...
bacalah dan cobalah..
http://www.ziddu.com/download/8286056/TungDesemWaringin-24IlmuParaMilyarder.exe.html

Read More......