Saturday, November 19, 2011

Rasa Syukur, Kenikmatan, Dan Kebahagiaan.

by : Dadang Kadarusman



Kita tidak pernah berhenti mencari kebahagiaan. Meskipun sangat sulit untuk mendefinisikannya. Kebahagiaan itu apa dan seperti apa. Tidak mudah untuk memahaminya. Maka kebahagiaan sering menjadi terlampau abstrak untuk bisa kita rengkuh ke alam realitas. Orang miskin mengira orang kaya lebih bahagia karena segalanya serba ada. Orang kaya, banyak yang menilai betapa bahagianya orang-orang miskin yang terbebas dari belenggu hutang hingga ratusan juta bahkan milyaran. Jadi sebenarnya kebahagiaan itu apa? Dalam pencarian atas kebahagiaan itu, saya sering merasakan kenikmatan. Ketika uang saya sedikit – misalnya – saya merasa nikmat. Ketika uang saya sedang banyak, juga terasa nikmat. Ketika sakit, terasa nikmat. Saat sehat juga nikmat. Saat sendiri nikmat, ramai-ramai juga nikmat. Jika kenikmatan-kenikmatan kecil itu kita kumpulkan, lalu dirangkai dalam rentang waktu yang panjang, maka perasaan batin kita menjadi sedemikian nyaman. Pada saat-saat seperti itulah kita merasakan kebahagiaan. Apakah Anda merasakan hal yang sama?

Laksana sebatang pohon; Kebahagiaan itu adalah buahnya. Kenikmatan adalah batangnya. Sedangkan akarnya adalah; rasa syukur. Mau tumbuh dimana buah jika tidak ada batang yang menyangganya? Bagaimana batang bisa tegak jika tidak memiliki akarnya? Maka begitu pula kebahagiaan yang kita cari-cari itu. Tidak mungkin kita bisa meraih kebahagiaan tanpa kemampuan untuk merasakan kenikmatan. Dan kita tidak mungkin bisa menikmati apapun jika tidak memiliki rasa syukur. Maka, untuk bisa meraih kebagiaan itu, kita membutuhkan rasa syukur atas semua nikmat yang kita dapatkan. Karena dari rasa syukur itu akan tumbuh pohon kenikmatan yang kokoh. Barulah pohon kenikmatan itu bisa berbuah kebahagiaan. Jadi, untuk menemukan kebahagiaan; kita perlu terlebih dahulu memiliki rasa syukur itu. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memiliki akar rasa syukur, saya ajak memulainya dengan memahami 5 prinsip Natural Intelligence berikut ini:

1. Titik awal menuju kebahagiaan. Untuk menuju kebahagiaan, ada rute sederhana yang lurus tidak berkelok. Datar tidak terjal. Halus tidak kasar. Dan aman tidak berbahaya. Dalam rute itu ada titik pemberangkatan bernama ‘rasa syukur’ – jalur untuk dilalui bernama ‘kenikmatan’, dan – tempat tujuan bernama kebahagiaan. Bahagia itu titik terjauh dalam rute perjalanan kita. Sedangkan kenikmatan itu adalah apa yang sepatutnya kita rasakan selama menempuhnya. Rasa syukur ada dimana? Ada didalam daftar opsi atau pilihan hidup kita. Kita boleh memilih untuk memulai perjalanan ini dengan bersyukur sehingga bisa masuk kedalam jalur kenikmatan. Kita juga boleh memilih untuk tidak bersyukur sehingga apapun yang kita dapatkan akan menghasilkan keluh kesah. Konsekuensinya, jika kita memulai dari pos rasa syukur, maka apapun yang kita alami disepanjang perjalanan itu akan penuh dengan kenikmatan sehingga diakhir perjalanan; semua kenikmatan itu diakumulasikan menjadi kebahagiaan. Sebaliknya, jika memulainya dari titik ‘bukan rasa syukur’ maka bahkan semua kemewahan pun tidak akan menghasilkan kenikmatan sehingga tidak mungkin kita bisa meraih bahagia itu. Jadi, mari kita berfokus kepada titik awal pemberangkatan yang bernama ‘rasa syukur’.

2. Rasa syukur atas hidup. Jika ada orang yang ‘menyesali hidup’, maka itu menunjukkan kalau orang itu tidak memiliki rasa syukur atas hidup yang sudah dia dapatkan. Bukan hidupnya yang membuat kita menyesal, melainkan kualitas hidup itu sendiri. Tidak relevan jika kita menyesali hidup karena kualitasnya. Karena hidup itu dihadiahkan oleh Tuhan. Sedangkan kualitasnya, ditentukan oleh ikhtiar yang kita lakukan. Baik atau buruknya kualitas hidup kita sedikit banyak ditentukan oleh kemauan, usaha, kerja keras, dan kegigihan kita untuk memperjuangkannya. Jika kita tersisih dari arena perjuangan itu, mengapa lantas kita salahkan hidup? Kita tentu tidak termasuk orang yang menyesali hidup. Namun, seringkali kita menyesali hal-hal yang ‘tidak kita lakukan’ dimasa lalu. “Oh, seandainya dulu saya begini-begitu, tentu sekarang saya blablabla..” bukankah begitu sesal yang sering kita dengarkan dari dalam? Maka wajar jika Sang Pemberi Hidup menyeru kita untuk mensyukuri hidup. Dia sanggup merenggutnya sejak kemarin. Tapi sampai sekarang kita masih juga hidup. Juga wajar jika kita bersyukur atas anugerah itu dengan menjadikan kehidupan kita baik didalam pandanganNya. Karena tidak ada cara yang lebih baik untuk mensyukuri hidup, selain mengisi hari-hari dalam hidup kita dengan tindakan dan perbuatan yang disukai Sang Pemberi Kehidupan.

3. Rasa syukur atas kemudahan. Sudah berapa banyak kemudahan yang Anda dapatkan? Tubuh Anda sempurna sehingga segala urusan bisa Anda lakukan tanpa hambatan. Ban motor atau mobil Anda terhindar dari paku dijalan sehingga perjalanan Anda tidak mengalami hambatan. Kompor gas Anda menyala normal sehingga masakan Anda bisa matang. Anak-anak Anda sehat sehingga Anda bisa pergi ke kantor dengan tenteram. Gigi Anda afiat sehingga semua aktivitas harian bisa dijalani dengan nyaman. Ada lagi kemudahan lainnya? Banyak. Bahkan guru kehidupan saya mengingatkan; “Jika engkau menghitung-hitung kemudahan yang sudah Tuhan berikan, takkan mungkin engkau sanggup menghitungnya.” Sekarang, apa yang kita lakukan dengan sekujur tubuh kita? Kebaikankah? Atau keburukan? Jika jabatan yang kita sandang itu bagian dari kemudahan yang diberikan Tuhan, maka bagaimana cara kita menunaikan amanah itu pun merupakan gambaran dari rasa syukur yang kita miliki. Semua kemudahan yang kita peroleh, apakah digunakan untuk menimbulkan kesulitan orang lain? Ataukah kita mensyukurinya dengan menjadikan kemudahan yang kita miliki untuk memudahkan urusan orang lain? Faktanya, ketika kita berhasil memudahkan urusan orang lain, hati kita merasa nyaman. Kita menikmati perasaan itu sehingga terdorong untuk melakukan hal yang sama lebih sering lagi. Dan karena aktivitas itu berlangsung terus, maka kenikmatannya pun kita rasakan terus sehingga kebahagiaan pun datang.

4. Rasa syukur atas kesulitan. Mudah untuk berucap ‘Alhamdulillah’ saat keadaan kita sedang serba indah. Bagaimana jika kita sedang berada dalam keadaan yang serba susah? Kayaknya rasa syukur atas kesulitan itu rada ngawur. Sekurang-kurangnya ada 2 alasan mengapa justru kita memerlukan rasa syukur atas kesulitan. Pertama, justru ketika berada dalam kesulitan itu setiap kemudahan yang selama ini kita dapatkan menjadi semakin terasa ‘nilainya’. Mungkin dimasa lalu, belum kita syukuri kemudahan-kemudahan itu. Maka inilah saat yang tepat untuk melakukannya. Sekaligus membuat komitmen pribadi; jika nanti mendapatkannya kembali, saya akan senantiasa mensyukurinya. Alasan kedua, mensyukuri kesulitan yang sedang kita hadapi itu boleh dibilang tingkatan rasa syukur yang paling tinggi. Bayangkan, saat Tuhan menguji kita dengan kesulitan yang sangat berat. Bukannya mengeluh. Kita malah bersyukur karena kesulitan itu justru semakin mendekatkan diri kita kepadaNya. Bukankah kita menjadi semakin kyusuk dalam berdoa ketika sedang serba susah? Maka pantaslah juga jika Tuhan berfirman bahwa; dalam kesulitan itu, terdapat kemudahan. Dan kemudahan itu akan didapatkan oleh orang yang menjaga rasa syukur; meski sedang berada di tengah deraan kesulitan.

5. Rasa syukur atas rasa syukur. Ketika kecil, saya pernah merasakan nikmatnya makan nasi hanya dengan jelantah, atau secuil garam bersama para buruh tani sambil selonjoran di pematang sawah. Ketika dewasa, saya sering berkesempatan bermalam di hotel berbintang. Seperti teman-teman lain ternyata kami hanya bisa menikmati berbagai hidangan mewah itu pada 1 atau 2 hari pertama saja. Selebihnya, kami lebih sering menyantap hidangan dipinggir jalan. Makan di emperan itu, jauh lebih terasa nikmatnya. Beberapa teman mengatakan tidak bisa tidur semalam. Banyak pikiran katanya. Padahal, kasurnya berharga belasan juta. Sedangkan satpam di komplek saya tidur nyenyak sambil duduk di kursi pos ronda yang sudah bulukan. Jadi dimana sesungguhnya nikmat itu adanya? Dalam kemewahan ada kenikmatan. Dalam kesederhanaan pun ada kenikmatan. Jadi bukan kondisi fisiknya yang menentukan. Melainkan dalam rasa syukur. Faktanya, tanpa rasa syukur; keberlimpahan yang kita miliki terasa kurang saja dan tak kunjung memberikan kebahagiaan. Dengan rasa syukur, dalam keterbatasanpun kita merasakan kecukupan. Maka rasa syukur itu pun adalah anugerah tersendiri. Mungkin hanya sedikit orang yang dianugerahi rasa syukur. Banyak yang tidak, sehingga apapun yang mereka miliki tidak bisa dikonversi menjadi kenikmatan, apalagi kebahagiaan. Maka bersyukurlah atas rasa syukur yang telah Tuhan tanamkan dalam hati kita. Karena dengan rasa syukur itu, kita punya peluang untuk meraih kenikmatan dalam hidup, dan berhasil menempuh rute yang tepat menuju kebahagiaan didunia dan diakhirat.

Buah kebahagiaan dipetik dari pohon kenikmatan-kenikmatan kecil yang berhasil kita rangkai dalam setiap detak detik kehidupan yang kita jalani. Sedangkan pohon kenikmatan itu tumbuh kokoh karena disangga oleh rasa syukur yang mengakar. Persis seperti nasihat guru kehidupan saya tentang firman Tuhan, bahwa Dia akan menambah kenikmatan bagi orang-orang yang memiliki rasa syukur. Maka jika Anda ingin melakukan proses atau perjalanan meraih kebahagiaan, mari kita memulai perjalanan itu dari titik awal bernama rasa syukur. Insya Allah, apapun yang kita alami selama perjalanan itu akan terasa nikmat. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bahagia, hingga diakhir perjalanan ini.


Kebahagiaan adalah buah dari pohon kenikmatan yang berakar dari rasa syukur

Read More......

Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi

by : Dadang Kadarusman
Follow DK on Twitter @dangkadarusman



”Gaji yang kita terima, belum tentu sesuai harapan. Sedangkan imbalan disisi Tuhan, pasti memuaskan.”

Slip gaji diklasifikasikan sebagai dokumen confidential. Anda tentu tidak ingin orang lain mengetahui angka-angka yang tertulis dalam kertas slip gaji Anda, bukan? Kepada suami atau istri, mungkin tidak keberatan untuk memperlihatkannya. Tetapi kepada orang lain? Tentu tidak. Anehnya, kadang kita tergoda oleh rasa ingin tahu terhadap angka-angka yang tertera dalam slip gaji orang lain. Memang, Anda tidak bakal membuang-buang waktu untuk mengintipnya, apalagi secara paksa meminta orang lain memperlihatkannya. Tapi, jika ada kesempatan untuk melihatnya boleh jadi kosa kata yang kita gunakan berbunyi ‘kenapa tidak?’. Lantas seandainya Anda ‘berhasil’ mengetahui slip gaji orang lain, apakah hal itu akan berdampak positif bagi Anda ataukah malah sebaliknya?

Ada sebuah kejadian menarik. Seorang manager secara tidak sengaja menemukan selembar kertas yang tergeletak dalam tray mesin foto copy kantornya. Untuk menggunakan mesin fotocopy itu dia harus memindahkan kertas ‘tak bertuan’ itu. Ketika meraihnya, dia menyadari jika kertas itu berisi data tentang gaji manager lain yang baru saja di hire dari perusahaan lain. Secara tidak sengaja pula, terlihatlah angkanya. Dibandingkan dengan gajinya sendiri, beda berkali-kali lipat. Sejak saat itu, dia tidak bisa melupakan bahwa ternyata gaji yang selama ini diterimanya berbeda jauh dari kolega barunya. Dibawah deraan ‘informasi’ yang mengejutkan itu, sang manager memiliki 2 pilihan; menghadap atasannya untuk meminta kenaikan gaji, atau memendam rasa kesal atas perbedaan gaji dengan orang baru yang belum tentu kerjanya bagus itu. Sang manager tidak mengambil kedua pilihan itu. Dia tetap mengingat kejomplangan itu, namun tidak membiarkannya berpengaruh buruk bagi perasaan dan perilakunya. Dia terus saja bekerja sebagaimana biasanya. Beberapa waktu kemudian, dia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dan pendapatan hingga jauh melampaui angka orang lain yang pernah dilihatnya itu. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menyelami kisahnya, saya ajak memulainya dengan memahami 5 prinsip Natural Intelligence berikut ini:

1. Bayaran adalah sebuah kepantasan. Bersediakah Anda bekerja tidak dibayar? Mungkin mau kalau pekerjaan itu dilakukan untuk lembaga amal dan sesekali saja. Tetapi, jika dilakukan untuk organisasi bisnis atau sudah menjadi rutinitas? Hmmh…, sebaiknya Anda mempertimbangkan jawaban itu kembali. Wajar, jika kita tidak mau bekerja tanpa dibayar. Karena memang tidak pantas jika seseorang sudah bekerja untuk kita tetapi tidak mendapatkan bayaran yang sewajarnya. Bayaran atas pekerjaan yang dilakukan seseorang berbeda dengan tips. Boleh saja jika kita tidak memberi tips kepada seorang pelayan restoran yang menjalankan tugasnya untuk menyajikan makanan. Tetapi, kepada pembantu rumah tangga yang menyediakan makanan itu; wajib hukumnya untuk membayar gajinya. Setiap orang berhak mendapatkan pembayaran sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya. Dan orang atau seseorang yang mewakili lembaga yang mempekerjakannya berkewajiban untuk melakukan pembayaran itu. Karena bayaran adalah sebuah kepantasan.

2. Bayaran tidak pernah sepadan. Berapa bayaran yang Anda terima dalam sebulan? Sekarang coba bandingkan antara besarnya bayaran itu dengan resiko yang Anda hadapi dalam menjalankan pekerjaan itu. Resiko disepenjang perjalanan dari rumah menuju ke kantor, atau sebaliknya. Resiko selama melakukan pekerjaan itu. Resiko dalam perjalanan dinas diatas pesawat terbang, ditempat asing, atau di proyek. Bagaimana dengan terkena serangan jantung di ruang kerja kita yang nyaman? Atau, resiko ‘kecil’ lainnya yang sering tidak kita sadari semisal; anak yang jarang bertemu ayah ibunya yang sibuk. Berapapun bayaran yang kita terima, tetap tidak pernah bisa sepadan dengan resiko yang dihadapi. Boleh dikata setiap pekerjaan memiliki resiko yang lebih besar daripada rupiahnya. Oleh karenanya, bekerja hanya dengan dorongan mendapatkan uang sungguh sangat dangkal. Kita perlu menambahkan ‘kejaran atau penghasilan’ lain dalam bekerja melampaui keingingan kita untuk mendapatkan uang. Misalnya, perasaan yang dihasilkan salah seorang sahabat saya ketika mampu membantu bawahannya menapaki karir yang bahkan lebih tinggi dari dirinya. Atau ketika berhasil membuat pelanggannya tersenyum. Bagi sahabat saya itu, bahagia yang dirasakan didalam hatinya melampaui jumlah rupiah yang diterimanya setiap bulan. Bagaimana dengan Anda?

3. Bayaran membatasi pemberdayaan diri. Bagi sahabat yang saya ceritakan itu, pembayaran yang diterimanya tidak membatasi dirinya untuk terus mendedikasikan seluruh kapasitas diri untuk pekerjaannya meski tahu dia dibayar lebih rendah dari kolega barunya. Sungguh sebuah kualitas yang langka. Kebanyakan orang terdemotivasi lalu mengurangi kualitas atau kegigihannya dalam bekerja. Hal itu dilakukan bahkan dalam keadaan ‘tidak tahu’ apakah orang lain dibayar berkali lipat lebih tinggi atau tidak. Kadang kita juga tergoda untuk bekerja asal-asalan hanya karena ‘merasa’ pantas dibayar lebih tinggi. Tidak salah dengan ‘perasaan’ seperti itu. Yang salah adalah cara kita mengekspresikannya. Mengurangi kualitas kerja sama sekali tidak bisa membawa kita kepada kemungkinan untuk mendapatkan bayaran yang kita anggap pantas. Sahabat saya tidak menukar kesediaannya dalam bekerja dengan besar kecilnya gaji yang didapatkannya. Dia tidak menjadikan gaji sebagai alat penakar terhadap ‘berapa banyak yang dia kontribusikan’. Dan jalur yang ditempuhnya terbukti ampuh mengantarnya meraih sesuatu yang diimpikan banyak orang. Disaat orang lain mengejarnya, dia malah dihampirinya. Mengapa bisa begitu? Karena kebanyakan orang menakar kinerjanya dengan gaji saat ini. Sedangkan dia terus memberdayakan diri tanpa memusingkan berapa bayaran yang sekarang diterimanya.

4. Menetapkan tarip bayaran tertinggi. “Mengapa elo tidak mengharapkan bayaran yang tertinggi?” begitu saya bertanya kepadanya. Pertanyaan itu dibalas oleh sebuah respon yang mengejutkan. “Lebih baik jika elo tanya; berapa tarip bayaranku,” katanya. “Baiklah,” kata saya. “Berapa berapa tarip bayaranmu?” Sebuah respon mengejutkan lain yang saya dapatkan. Sahabat saya mengatakan bahwa tarip bayarannya adalah sebuah angka yang tidak bisa dipenuhi oleh pemberi kerja manapun. Baginya itu bukanlah sebuah lelucon. Katanya; “makanya aku tidak pernah bekerja untuk siapapun selain untuk Dzat yang pasti sanggup memberiku bayaran dengan tarip tertinggi itu.” Hmmh, sekarang saya mengerti. Dia melangkahkan kaki dari rumahnya menuju ke tempat kerja dengan Bismillah diiringi tekad untuk melayani seseorang pada hari itu melalui pekerjaan yang dijalaninya. Tidak pernah ada keluh kesah singgah dihatinya. Bahkan dalam keadaan serba menyakitkan dan menyulitkan sekalipun. Dia yakin, semakin sulit pekerjaan yang dilaluinya hari itu; semakin tinggi tarip bayaran dari ‘sang pemberi pekerjaan’ itu. Begitulah caranya menetapkan tarip bayaran tertinggi. Dia menganggap apapun yang harus dilakukannya hari itu sebagai pekerjaan yang diberikan oleh Tuhan, untuk ditunaikannya. Maka, wajar jika tarip tertinggi yang ditetapkannya itu hanya bisa dibayar lunas oleh Sang Pemberi Kerja itu.

5. Syarat mendapat bayaran tertinggi. Saya penasaran, bagaimana caranya mendapatkan tarip tertinggi itu? Jangan-jangan syaratnya sangat sulit? Bukankah semakin tinggi angka yang kita minta tentunya akan semakin sulit juga untuk mendapatkannya? Seseorang mungkin harus menjadi direktur untuk mendapatkan bayaran puluhan atau ratusan juta. Bagaimana mungkin karyawan yang tidak menduduki posisi tinggi seperti kita ini bisa mendapatkan bayaran dengan tarip tertinggi itu? Jabatan kita, ternyata tidak menentukan kualitas kerja kita. Dan posisi kita, sama sekali tidak mewakili kontribusi kita. Oleh karenanya, bayaran dengan tarip tertinggi itu tidak ada kaitannya dengan jabatan. Tangan kita ini, adalah anugerah bernilai tinggi. Ketika anugerah tangan ini disyukuri dengan menggunakannya untuk melakukan pekerjaan yang disukai Tuhan, maka Tuhanpun membayarnya dengan tarip tertinggi. Begitu pula dengan mata, kaki, kepala dan sekujur tubuh kita. Seperti sahabat saya itu. Dia tabah saat dimarahi pelanggannya. Dia tetap tegar setelah diomeli habis-habisan oleh atasannya. Dia tenang saja waktu tahu dicurangi temannya. Dan dia juga begitu telatennya mengembangkan anak buahnya. Mengapa? Karena dia percaya jika setiap orang yang berkaitan dengan pekerjaannya adalah kiriman Tuhan. Sungguh, Tuhanlah yang menjadikan mereka sebagai sarana untuk memberinya pekerjaan pada hari itu. Maka melayani mereka, serasa melayani Tuhannya. Sesederhana itulah syaratnya.

Boleh saja jika kita berusaha mengejar bayaran tinggi atas pekerjaan yang kita lakukan. Menyebar CV atau mengejar posisi yang lebih tinggi lagi. Tetapi hendaknya janganlah kita melupakan bahwa ada pekerjaan-pekerjaan sederhana dengan tarip bayaran yang paling tinggi. Yaitu pekerjaan yang dikirim oleh Tuhan melalui kehadiran orang-orang disekitar kita. Mungkin mereka adalah pelanggan produk-produk kita. Mungkin juga atasan kita. Boleh jadi bawahan kita. Atau kolega. Bahkan boleh jadi, mereka adalah orang-orang yang tidak kita kenal, tidak pula kita pernah berjumpa. Marilah kita layani mereka dengan niat untuk melayani Dzat yang mengirimkan mereka kepada kita. Pasti kita akan dengan riang hati melakukannya. Maka apapun jenis profesi kita; kita bisa menjadikannya sebagai pekerjaan dengan bayaran tertinggi.

Pekerjaan dengan gaji tertinggi bukanlah profesi bergengsi yang menghasilkan banyak uang. Melainkan pekerjaan apapun yang memiliki nilai dimata Tuhan.

Read More......

Friday, October 28, 2011

10 Makanan Penurun Kolesterol



Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.
Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.
Namun banyak juga makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.
1. Kacang kedelai
Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.
Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.
2. Kacang-kacangan
Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.
3. Ikan Salmon
Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.
The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.
4. Alpukat
Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori.
Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.
5. Bawang Putih
Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina.
Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.
Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.
6. Bayam
Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.
7. Margarin
Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola
8. Mede, Almon, dan Kenari
Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung.
Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.
9. Teh
Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.
Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.
10. Cokelat
Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.
Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya. [L1]

inilah.com

Read More......

Friday, July 22, 2011

Dr Al. Purwa Hadiwardoyo MSF:Mempersiapkan Perkawinan - Hidup Katolik

Dr Al. Purwa Hadiwardoyo MSF:Mempersiapkan Perkawinan - Hidup Katolik

Read More......

Thursday, December 2, 2010

Bebas dari Virus Flu dalam 24 Jam

Flu
VIVAnews – Virus flu sangat mudah menyebar, apalagi di saat cuaca
sedang tidak menentu. Ketika flu menyerang tubuh, tentunya bisa
mengganggu aktivitas Anda. Bersin-bersin, tubuh lemas, mata berair,
dan terkadang badan menggigil membuat Anda hanya bisa terkulai lemah
di tempat tidur.

Ingin segera sembuh dari penyakit ini? Ada caranya agar Anda bisa
meningkatkan metabolisme tubuh dan terbebas dari virus flu. Ikuti
langkah-langkahnya, seperti dikutip dari The Sun.

Sarapan

Setelah bangun tidur dan merasa tubuh tidak fit, sebaiknya jangan
lewatkan sarapan. Makan pagi sangat sangat penting untuk bahan bakar
tubuh, terutama ketika daya tahan tubuh merosot.

Peneliti Belanda menyatakan, sarapan akan meningkatkan kadar gamma
interferon dalam darah yang bertindak sebagai antivirus alami. Jadi,
jangan melewatkan sarapan. Makanlah yang hangat-hangat, seperti bubur
atau sup.

Lawan virus dengan kesibukan

Stres berkepanjangan memang bisa membuat Anda sakit, karena sistem
kekebalan tubuh melemah. Tapi, Anda bisa menggunakannya untuk melawan
flu. Caranya, carilah kesibukan. Hal ini bisa mengurangi gejala flu
yang datang. Demikian diungkapkan Professor Jim Horne, ahli dari
Universitas Loughborough.

Olahraga ringan

Peneliti dari University of Massachusetts menemukan, orang yang
melakukan aktivitas fisik ringan tidak mudah terkena infeksi
pernapasan atas, dibandingkan dengan mereka yang tidak banyak
bergerak. Para peneliti percaya bahwa olahraga ringan akan mampu
memperkuat fungsi kekebalan tubuh karena produksi sel darah putih
meningkat.

Jika berolahraga, Anda akan melihat dua manfaat, kata Charles Matthews
(salah satu peneliti). Satu, Anda tidak mudah terserang flu. Dua,
seandainya Anda terserang flu, biasanya akan cepat sembuh. Anda bisa
melakukan meditasi atau senam pernapasan agar tubuh lebih fit.

Konsumsi makanan tinggi protein

Menurut ahli, menyantap makanan tinggi protein selain membuat Anda
kenyang lebih lama, juga baik untuk daya tahan tubuh. Ahli gizi, Dr
Sarah Schenker, mengatakan protein diperlukan untuk mendorong sistem
kekebalan tubuh.

Minum teh hijau

Buatlah minuman teh hijau hangat di sore hari, ini akan membuat tubuh
hangat. Menurut peneliti Kanada teh hijau bisa mendorong tubuh melawan
perkembangan virus. Dalam teh hijau, ditemukan suatu senyawa kimia
yang dapat menghentikan aktivitas replikasi atau penggandaan virus.

Hangatkan diri

Kenakan pakaian hangat. Hal ini bisa membantu Anda melawan flu.
Gunakan pakaian yang lebih longgar agar peredaran darah Anda tetap
lancar.

Istirahat cukup

Sehari, idealnya tidur dilakukan sekitar delapan jam. Menurut riset,
kekurangan istirahat, akan memerosotkan sistem kekebalan tubuh sampai
50 persen. Jadi, agar tubuh kembali sehat di keesokan harinya,
usahakan tidur cukup di malam hari. (pet)

Read More......