by : Dadang Kadarusman
Follow DK on Twitter @dangkadarusman
”Gaji yang kita terima, belum tentu sesuai harapan. Sedangkan imbalan disisi Tuhan, pasti memuaskan.”
Slip gaji diklasifikasikan sebagai dokumen confidential. Anda tentu tidak ingin orang lain mengetahui angka-angka yang tertulis dalam kertas slip gaji Anda, bukan? Kepada suami atau istri, mungkin tidak keberatan untuk memperlihatkannya. Tetapi kepada orang lain? Tentu tidak. Anehnya, kadang kita tergoda oleh rasa ingin tahu terhadap angka-angka yang tertera dalam slip gaji orang lain. Memang, Anda tidak bakal membuang-buang waktu untuk mengintipnya, apalagi secara paksa meminta orang lain memperlihatkannya. Tapi, jika ada kesempatan untuk melihatnya boleh jadi kosa kata yang kita gunakan berbunyi ‘kenapa tidak?’. Lantas seandainya Anda ‘berhasil’ mengetahui slip gaji orang lain, apakah hal itu akan berdampak positif bagi Anda ataukah malah sebaliknya?
Ada sebuah kejadian menarik. Seorang manager secara tidak sengaja menemukan selembar kertas yang tergeletak dalam tray mesin foto copy kantornya. Untuk menggunakan mesin fotocopy itu dia harus memindahkan kertas ‘tak bertuan’ itu. Ketika meraihnya, dia menyadari jika kertas itu berisi data tentang gaji manager lain yang baru saja di hire dari perusahaan lain. Secara tidak sengaja pula, terlihatlah angkanya. Dibandingkan dengan gajinya sendiri, beda berkali-kali lipat. Sejak saat itu, dia tidak bisa melupakan bahwa ternyata gaji yang selama ini diterimanya berbeda jauh dari kolega barunya. Dibawah deraan ‘informasi’ yang mengejutkan itu, sang manager memiliki 2 pilihan; menghadap atasannya untuk meminta kenaikan gaji, atau memendam rasa kesal atas perbedaan gaji dengan orang baru yang belum tentu kerjanya bagus itu. Sang manager tidak mengambil kedua pilihan itu. Dia tetap mengingat kejomplangan itu, namun tidak membiarkannya berpengaruh buruk bagi perasaan dan perilakunya. Dia terus saja bekerja sebagaimana biasanya. Beberapa waktu kemudian, dia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dan pendapatan hingga jauh melampaui angka orang lain yang pernah dilihatnya itu. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menyelami kisahnya, saya ajak memulainya dengan memahami 5 prinsip Natural Intelligence berikut ini:
1. Bayaran adalah sebuah kepantasan. Bersediakah Anda bekerja tidak dibayar? Mungkin mau kalau pekerjaan itu dilakukan untuk lembaga amal dan sesekali saja. Tetapi, jika dilakukan untuk organisasi bisnis atau sudah menjadi rutinitas? Hmmh…, sebaiknya Anda mempertimbangkan jawaban itu kembali. Wajar, jika kita tidak mau bekerja tanpa dibayar. Karena memang tidak pantas jika seseorang sudah bekerja untuk kita tetapi tidak mendapatkan bayaran yang sewajarnya. Bayaran atas pekerjaan yang dilakukan seseorang berbeda dengan tips. Boleh saja jika kita tidak memberi tips kepada seorang pelayan restoran yang menjalankan tugasnya untuk menyajikan makanan. Tetapi, kepada pembantu rumah tangga yang menyediakan makanan itu; wajib hukumnya untuk membayar gajinya. Setiap orang berhak mendapatkan pembayaran sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya. Dan orang atau seseorang yang mewakili lembaga yang mempekerjakannya berkewajiban untuk melakukan pembayaran itu. Karena bayaran adalah sebuah kepantasan.
2. Bayaran tidak pernah sepadan. Berapa bayaran yang Anda terima dalam sebulan? Sekarang coba bandingkan antara besarnya bayaran itu dengan resiko yang Anda hadapi dalam menjalankan pekerjaan itu. Resiko disepenjang perjalanan dari rumah menuju ke kantor, atau sebaliknya. Resiko selama melakukan pekerjaan itu. Resiko dalam perjalanan dinas diatas pesawat terbang, ditempat asing, atau di proyek. Bagaimana dengan terkena serangan jantung di ruang kerja kita yang nyaman? Atau, resiko ‘kecil’ lainnya yang sering tidak kita sadari semisal; anak yang jarang bertemu ayah ibunya yang sibuk. Berapapun bayaran yang kita terima, tetap tidak pernah bisa sepadan dengan resiko yang dihadapi. Boleh dikata setiap pekerjaan memiliki resiko yang lebih besar daripada rupiahnya. Oleh karenanya, bekerja hanya dengan dorongan mendapatkan uang sungguh sangat dangkal. Kita perlu menambahkan ‘kejaran atau penghasilan’ lain dalam bekerja melampaui keingingan kita untuk mendapatkan uang. Misalnya, perasaan yang dihasilkan salah seorang sahabat saya ketika mampu membantu bawahannya menapaki karir yang bahkan lebih tinggi dari dirinya. Atau ketika berhasil membuat pelanggannya tersenyum. Bagi sahabat saya itu, bahagia yang dirasakan didalam hatinya melampaui jumlah rupiah yang diterimanya setiap bulan. Bagaimana dengan Anda?
3. Bayaran membatasi pemberdayaan diri. Bagi sahabat yang saya ceritakan itu, pembayaran yang diterimanya tidak membatasi dirinya untuk terus mendedikasikan seluruh kapasitas diri untuk pekerjaannya meski tahu dia dibayar lebih rendah dari kolega barunya. Sungguh sebuah kualitas yang langka. Kebanyakan orang terdemotivasi lalu mengurangi kualitas atau kegigihannya dalam bekerja. Hal itu dilakukan bahkan dalam keadaan ‘tidak tahu’ apakah orang lain dibayar berkali lipat lebih tinggi atau tidak. Kadang kita juga tergoda untuk bekerja asal-asalan hanya karena ‘merasa’ pantas dibayar lebih tinggi. Tidak salah dengan ‘perasaan’ seperti itu. Yang salah adalah cara kita mengekspresikannya. Mengurangi kualitas kerja sama sekali tidak bisa membawa kita kepada kemungkinan untuk mendapatkan bayaran yang kita anggap pantas. Sahabat saya tidak menukar kesediaannya dalam bekerja dengan besar kecilnya gaji yang didapatkannya. Dia tidak menjadikan gaji sebagai alat penakar terhadap ‘berapa banyak yang dia kontribusikan’. Dan jalur yang ditempuhnya terbukti ampuh mengantarnya meraih sesuatu yang diimpikan banyak orang. Disaat orang lain mengejarnya, dia malah dihampirinya. Mengapa bisa begitu? Karena kebanyakan orang menakar kinerjanya dengan gaji saat ini. Sedangkan dia terus memberdayakan diri tanpa memusingkan berapa bayaran yang sekarang diterimanya.
4. Menetapkan tarip bayaran tertinggi. “Mengapa elo tidak mengharapkan bayaran yang tertinggi?” begitu saya bertanya kepadanya. Pertanyaan itu dibalas oleh sebuah respon yang mengejutkan. “Lebih baik jika elo tanya; berapa tarip bayaranku,” katanya. “Baiklah,” kata saya. “Berapa berapa tarip bayaranmu?” Sebuah respon mengejutkan lain yang saya dapatkan. Sahabat saya mengatakan bahwa tarip bayarannya adalah sebuah angka yang tidak bisa dipenuhi oleh pemberi kerja manapun. Baginya itu bukanlah sebuah lelucon. Katanya; “makanya aku tidak pernah bekerja untuk siapapun selain untuk Dzat yang pasti sanggup memberiku bayaran dengan tarip tertinggi itu.” Hmmh, sekarang saya mengerti. Dia melangkahkan kaki dari rumahnya menuju ke tempat kerja dengan Bismillah diiringi tekad untuk melayani seseorang pada hari itu melalui pekerjaan yang dijalaninya. Tidak pernah ada keluh kesah singgah dihatinya. Bahkan dalam keadaan serba menyakitkan dan menyulitkan sekalipun. Dia yakin, semakin sulit pekerjaan yang dilaluinya hari itu; semakin tinggi tarip bayaran dari ‘sang pemberi pekerjaan’ itu. Begitulah caranya menetapkan tarip bayaran tertinggi. Dia menganggap apapun yang harus dilakukannya hari itu sebagai pekerjaan yang diberikan oleh Tuhan, untuk ditunaikannya. Maka, wajar jika tarip tertinggi yang ditetapkannya itu hanya bisa dibayar lunas oleh Sang Pemberi Kerja itu.
5. Syarat mendapat bayaran tertinggi. Saya penasaran, bagaimana caranya mendapatkan tarip tertinggi itu? Jangan-jangan syaratnya sangat sulit? Bukankah semakin tinggi angka yang kita minta tentunya akan semakin sulit juga untuk mendapatkannya? Seseorang mungkin harus menjadi direktur untuk mendapatkan bayaran puluhan atau ratusan juta. Bagaimana mungkin karyawan yang tidak menduduki posisi tinggi seperti kita ini bisa mendapatkan bayaran dengan tarip tertinggi itu? Jabatan kita, ternyata tidak menentukan kualitas kerja kita. Dan posisi kita, sama sekali tidak mewakili kontribusi kita. Oleh karenanya, bayaran dengan tarip tertinggi itu tidak ada kaitannya dengan jabatan. Tangan kita ini, adalah anugerah bernilai tinggi. Ketika anugerah tangan ini disyukuri dengan menggunakannya untuk melakukan pekerjaan yang disukai Tuhan, maka Tuhanpun membayarnya dengan tarip tertinggi. Begitu pula dengan mata, kaki, kepala dan sekujur tubuh kita. Seperti sahabat saya itu. Dia tabah saat dimarahi pelanggannya. Dia tetap tegar setelah diomeli habis-habisan oleh atasannya. Dia tenang saja waktu tahu dicurangi temannya. Dan dia juga begitu telatennya mengembangkan anak buahnya. Mengapa? Karena dia percaya jika setiap orang yang berkaitan dengan pekerjaannya adalah kiriman Tuhan. Sungguh, Tuhanlah yang menjadikan mereka sebagai sarana untuk memberinya pekerjaan pada hari itu. Maka melayani mereka, serasa melayani Tuhannya. Sesederhana itulah syaratnya.
Boleh saja jika kita berusaha mengejar bayaran tinggi atas pekerjaan yang kita lakukan. Menyebar CV atau mengejar posisi yang lebih tinggi lagi. Tetapi hendaknya janganlah kita melupakan bahwa ada pekerjaan-pekerjaan sederhana dengan tarip bayaran yang paling tinggi. Yaitu pekerjaan yang dikirim oleh Tuhan melalui kehadiran orang-orang disekitar kita. Mungkin mereka adalah pelanggan produk-produk kita. Mungkin juga atasan kita. Boleh jadi bawahan kita. Atau kolega. Bahkan boleh jadi, mereka adalah orang-orang yang tidak kita kenal, tidak pula kita pernah berjumpa. Marilah kita layani mereka dengan niat untuk melayani Dzat yang mengirimkan mereka kepada kita. Pasti kita akan dengan riang hati melakukannya. Maka apapun jenis profesi kita; kita bisa menjadikannya sebagai pekerjaan dengan bayaran tertinggi.
Pekerjaan dengan gaji tertinggi bukanlah profesi bergengsi yang menghasilkan banyak uang. Melainkan pekerjaan apapun yang memiliki nilai dimata Tuhan.
Facebook Badge
About Me
Blog Archive
-
▼
2011
(18)
-
▼
November
(16)
- Apakah Ada Yang Seperti ini ?
- Teknik Memilih Atasan
- Menerima Diri Kita Apa Adanya
- Menikmati Saat-Saat Kita ’Merasa’ Dijadikan Sebaga...
- Pertanyaan Paling Sulit Tentang Pernikahan
- Apakah Pengalaman Bisa Dibeli?
- Haruskah Kita Bersabar Menantikan Masa Depan?
- Menjalani Saat-Saat Jalan Ditempat
- Haruskah Anda Terima Tawaran itu ?
- Apakah Anda Menyukai Tebu Atau Gulanya?
- Memuliakan Bawahan
- Tidak Melakukan Apapun – Bisakah Anda?
- Teknik Mengkritik Yang Simpatik
- Mengatasi Bawahan Yang Sulit
- Rasa Syukur, Kenikmatan, Dan Kebahagiaan.
- Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi
-
▼
November
(16)
blog ku juga..
Followers
iklan
counter
Live Traffic Feed
Saturday, November 19, 2011
Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi
Friday, October 28, 2011
10 Makanan Penurun Kolesterol
Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.
Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.
Namun banyak juga makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.
1. Kacang kedelai
Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.
Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.
2. Kacang-kacangan
Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.
3. Ikan Salmon
Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.
The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.
4. Alpukat
Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori.
Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.
5. Bawang Putih
Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina.
Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.
Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.
6. Bayam
Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.
7. Margarin
Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola
8. Mede, Almon, dan Kenari
Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung.
Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.
9. Teh
Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.
Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.
10. Cokelat
Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.
Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya. [L1]
inilah.com
Friday, July 22, 2011
Thursday, December 2, 2010
Bebas dari Virus Flu dalam 24 Jam
Flu
VIVAnews – Virus flu sangat mudah menyebar, apalagi di saat cuaca
sedang tidak menentu. Ketika flu menyerang tubuh, tentunya bisa
mengganggu aktivitas Anda. Bersin-bersin, tubuh lemas, mata berair,
dan terkadang badan menggigil membuat Anda hanya bisa terkulai lemah
di tempat tidur.
Ingin segera sembuh dari penyakit ini? Ada caranya agar Anda bisa
meningkatkan metabolisme tubuh dan terbebas dari virus flu. Ikuti
langkah-langkahnya, seperti dikutip dari The Sun.
Sarapan
Setelah bangun tidur dan merasa tubuh tidak fit, sebaiknya jangan
lewatkan sarapan. Makan pagi sangat sangat penting untuk bahan bakar
tubuh, terutama ketika daya tahan tubuh merosot.
Peneliti Belanda menyatakan, sarapan akan meningkatkan kadar gamma
interferon dalam darah yang bertindak sebagai antivirus alami. Jadi,
jangan melewatkan sarapan. Makanlah yang hangat-hangat, seperti bubur
atau sup.
Lawan virus dengan kesibukan
Stres berkepanjangan memang bisa membuat Anda sakit, karena sistem
kekebalan tubuh melemah. Tapi, Anda bisa menggunakannya untuk melawan
flu. Caranya, carilah kesibukan. Hal ini bisa mengurangi gejala flu
yang datang. Demikian diungkapkan Professor Jim Horne, ahli dari
Universitas Loughborough.
Olahraga ringan
Peneliti dari University of Massachusetts menemukan, orang yang
melakukan aktivitas fisik ringan tidak mudah terkena infeksi
pernapasan atas, dibandingkan dengan mereka yang tidak banyak
bergerak. Para peneliti percaya bahwa olahraga ringan akan mampu
memperkuat fungsi kekebalan tubuh karena produksi sel darah putih
meningkat.
Jika berolahraga, Anda akan melihat dua manfaat, kata Charles Matthews
(salah satu peneliti). Satu, Anda tidak mudah terserang flu. Dua,
seandainya Anda terserang flu, biasanya akan cepat sembuh. Anda bisa
melakukan meditasi atau senam pernapasan agar tubuh lebih fit.
Konsumsi makanan tinggi protein
Menurut ahli, menyantap makanan tinggi protein selain membuat Anda
kenyang lebih lama, juga baik untuk daya tahan tubuh. Ahli gizi, Dr
Sarah Schenker, mengatakan protein diperlukan untuk mendorong sistem
kekebalan tubuh.
Minum teh hijau
Buatlah minuman teh hijau hangat di sore hari, ini akan membuat tubuh
hangat. Menurut peneliti Kanada teh hijau bisa mendorong tubuh melawan
perkembangan virus. Dalam teh hijau, ditemukan suatu senyawa kimia
yang dapat menghentikan aktivitas replikasi atau penggandaan virus.
Hangatkan diri
Kenakan pakaian hangat. Hal ini bisa membantu Anda melawan flu.
Gunakan pakaian yang lebih longgar agar peredaran darah Anda tetap
lancar.
Istirahat cukup
Sehari, idealnya tidur dilakukan sekitar delapan jam. Menurut riset,
kekurangan istirahat, akan memerosotkan sistem kekebalan tubuh sampai
50 persen. Jadi, agar tubuh kembali sehat di keesokan harinya,
usahakan tidur cukup di malam hari. (pet)
Thursday, October 21, 2010
CARA MENCEGAH KEJAHATAN HIPNOTIS ATAU TRANCE
CARA MENCEGAH KEJAHATAN HIPNOTIS ATAU TRANCE
Apakah kejadian yang beberapa kali muncul di berita ini menggunakan hipnosis?
Terus terang, informasi saya terbatas, karena saya belum berkesempatan untuk ketemu langsung dengan korban, apalagi pelaku yang katanya sudah tertangkap sebagian. Maka, penilaian saya ini sifatnya sementara sebab hanya didasarkan pada Informasi terbatas dari televisi dan rekaman videonya. Jawaban saya: ya dan tidak. Ya, jika hipnosis hanya dipandang sebagai sebuah fenomena trance semata. Trance adalah fenomena alamiah manusia, ketika seseorang berada dalam kondisi pikiran yang sangat terfokus, sangat rileks. Dalam kondisi ini, pikiran kritis ter-by pass karenanya seseorang dapat merespon berbagai stimulus berupa sugesti dan memunculkan perilaku seolah tanpa disadari.
Tanpa disadari?
Ya, karena lebih banyak perilaku manusia terjadi tidak disadari, dan jauh lebih sedikit yang disadari. Sebagai contoh, saat seseorang dipanggil oleh bosnya dengan nada suara tertentu, ia tidak sekedar menyahut. Tapi bisa langsung segera menyiapkan laporan yang memang sedang ditunggu-tunggu. Nah, dia ini trance. Sebab mestinya respon yang dilakukan secara sadar kan cukup menyahut. Tapi tanpa ia sadari, ia melakukan berbagai aktivitas untuk menyiapkan laporan secara otomatis, tanpa perlu berpikir secara ‘sadar’. Kata ‘sadar’ sengaja saya beri tanda kutip, karena memang sampai sekarang ada banyak penafsiran. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sadar? Sebab setiap kali seseorang baru belajar hipnosis, ia pasti mengatakan, “Saya sadar sepenuhnya kok. Ingat betul apa yang dikatakan oleh terapis saya.”Ya memang demikianlah. Orang yang mengalami hipnosis pasti sadar sepenuhnya apa yang terjadi. Ia mengikuti sugesti karena memang ia memutuskan untuk demikian, karena memang ia mengizinkannya.
Jadi, orang dihipnosis itu sadar atau tidak?
Saya katakan, sadar. Hanya sadar pada hal yang berbeda dari yang biasa ia sadari. Semisal, sebelum membaca tulisan ini Anda sedang menyadari pekerjaan Anda, maka saat membaca tulisan ini (yang sedang membuat Anda trance), maka Anda jadi menyadari apa yang Anda baca, namun pada saat yang sama tidak menyadari pekerjaan Anda. Sama persis dengan ketika Anda sedang terpaku pada tayangan di televisi, sampai-sampai tidak menyahut saat kawan Anda menyapa.Maka orang yang menjadi korban kejahatan biasanya sadar akan apa yang terjadi, hanya ia belum sadar jika ia sedang dikerjai. Ia hanya sadar sedang berbuat sesuatu, namun belum tahu makna dari kegiatannya itu. Sebagai contoh, ada orang yang sedang memikirkan masa berlaku kartu jaminan asuransinya, tiba-tiba diminta oleh petugas bank untuk menunjukkan KTP, lalu yang ia tunjukkan adalah kartu asuransinya. Seperti itu pula lah yang terjadi dengan seseorang yang ditepuk, lalu si penjahat mengucapkan berbagai hal yang membingungkan, sang korban merasa “hang”, dan akhirnya mengikuti instruksi penjahat tersebut. Atau segerombolan penjahat mengepung seseorang dan melakukan berbagai aktivitas yang membingungkan, lalu di tengah kebingungan itu ia pun mengikuti instruksi yang diberikan. Ada banyak teori yang bisa menjelaskan mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Namun karena saya tidak ingin menjadikan bahasan ini terlalu rumit, maka kita ambil gampangnya saja. Pikiran manusia beroperasi layaknya sebuah loop dalam program komputer. Sekali dinyalakan, maka ia harus tuntas. Jika tidak tuntas, atau dihentikan tiba-tiba, ia akan hang. Dalam kondisi hang alias nggantung inilah pikiran manusia terbuka untuk berbagai sugesti. Dari ranah psikologi kognitif kita belajar tentang cognitive dissonance alias sebuah kondisi pikiran yang tidak setimbang dan berusaha menyeimbangkan dirinya. Dan tepukan, pertanyaan terbuka, pembingungan, adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menciptakan kondisi hang ini.Loh, katanya hipnosis baru bisa bekerja atas persetujuan klien? Kenapa yang model hang begini bisa jalan?Ya, hipnosis baru bisa berjalan dengan persetujuan klien. Maka dari itu, para penjahat menggunakan pola kalimat yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga klien setuju tanpa menyadari bahwa ia sedang ditipu. Misalnya, kalimat “Serahkan uang Anda 10 juta” tentu akan menimbulkan resistensi. Tapi kalau polanya diganti dengan, “Ibu dapat hadiah 1 miliar nih. Untuk mencairkannya cukup transfer ke rekening ini sejumlah 10 juta,” tentu akan lain ceritanya, padahal esensi keduanya sama. Cukup ya contohnya, karena saya tidak ingin justru jadi inspirasi bagi orang yang berniat jahat. Yang ingin tahu lebih lanjut mari kita kopi darat saja.Pada intinya begini. Level kesadaran manusia itu berlapis. Sekiranya sesuatu masih berada di batas norma, maka ia sangat mungkin ditembus. Namun jika sudah masuk ke dalam level keyakinan, maka umumnya manusia punya mekanisme pertahanan diri yang kokoh. Dan memang inilah salah satu fungsi pikiran asadar (unconscious), melindung sang diri dari berbagai hal yang mengancam. Misalnya, Anda buat seseorang trance lalu minta dia untuk telanjang di depan umum. Saya jamin sangat sulit, kalau enggan mengatakan tidak bisa. Namun dengan sedikit trik dan “kesabaran” pelaku, seorang lelaki bisa mengajak seorang gadis berhubungan seksual di luar nikah secara suka rela.
Pake hipnosis?
Nggak perlu. Pake rayuan biasa—yang tentunya juga punya efek trance—juga bisa. Bukankah Anda pernah mendengar ABG yang menikah karena hamil sebelum menikah?Sisi lain, fakta seperti ini pula lah yang menjelaskan mengapa para korban, cepat atau lambat, pasti akan sadar akan apa yang terjadi pada mereka, karena sugesti yang dimasukkan memang tidak permanen, akibat berlangsung dengan sangat cepat. Sebab jika tidak cepat dan pakai post hypnotic suggestion segala, tentu korban akan cepat sadar sedang dikerjai. Lalu, bagaimana dengan jawaban yang “tidak”? Alias kejahatan tersebut bukanlah menggunakan hipnosis?
Penjelasan saya seperti ini.
Kata “trance” sudah ada dalam bahasa Inggris sejak dulu. Dalam banyak novel berbahasa Inggris, kata ini banyak digunakan, menandakan ia adalah kondisi alamiah yang memang sudah disadari oleh manusia sejak dulu kala. Sementara itu, kata hipnosis sendiri adalah kata gubahan James Braid, memodifikasi nama Hypnos sang dewa tidur. Yang kemudian ketika disadari tidak tepat mewakili ilmu yang sebenarnya, maka ia ganti menjadi neurypnology. Cuman karena kata hipnosis sudah kadung popular, plus (mungkin) kata penggantinya relatif kompleks, maka sampai sekarang orang mengenal ilmu ini sebagai hipnosis. Nah, maka saya pribadi berpendapat bahwa hipnosis adalah ilmu yang memanfaatkan trance secara sistematik dan saintifik. Sehingga, sebuah kejahatan baru bisa disebut sebagai kejahatan hipnosis jika memang pelakunya secara sadar menggunakan ilmu sistematik ini yang juga ia pelajari secara sistematik. Namun karena fenomena trance adalah fenomena alamiah, maka sangat mungkin ada banyak orang yang mampu memanfaatkannya tanpa belajar ilmu hipnosis. Nah, dalam konteks inilah saya tidak sepakat jika dikatakan kejahatan penipuan dan perampokan sebagai kejahatan hipnosis. Kecuali jika memang pelakunya tahu persis ilmu hipnosis ini.Penjelasan yang terakhir ini saya anggap perlu, agar masyarakat dapat menilai hipnosis secara fair dan tidak gebyak uyah alias menyamaratakan semua praktisi hipnosis. Bahwa mungkin saja ada praktisi hipnosis bersertifikat yang melakukan kejahatan, tentu mungkin-mungkin saja. Meskipun menurut saya ia kurang cerdas. La wong hasil ngobyek di ruang praktik jauh lebih gedhe dan halal kok. Hehehe…Anyway, sebuah pertanyaan yang jauh lebih penting kemudian adalah: bagaimana mencegah dan mengatasinya?Ya sama dengan cara mencegah dan mengatasi kondisi trance lain. Berikut ini tips dari saya, melengkapi tips dari para pakar dan kawan-kawan yang juga sudah mempublikasikan pemikirannya.
Waspada.
Apa sih waspada? Dalam bahasa NLP, waspada adalah kondisi uptime, yakni ketika seluruh pikiran dan perasaan kita fokus pada hal-hal yang ada di luar diri. Trance terjadi ketika Anda mulai “masuk” alias berpikir ke dalam diri. Bagi orang yang berpengalaman, akan sangat mudah menandai apakah seseorang sudah trance atau belum. Kegiatan seperti bengong, melamun, SMS-an, BBM-an, dkk jelas masuk dalam kategori trance karena seseorang umumnya sedang membayangkan sesuatu, mendengarkan sesuatu (self talk), atau merasakan sesuatu dalam dirinya. Nah, maka dari itu, mulai sekarang dan seterusnya, setiap kali Anda berada di tempat-tempat umum, usahakan untuk sesedikit mungkin berpikir ke dalam. Sadari apa yang ada di sekeliling. Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, rasakan apa yang Anda rasakan, di luar diri Anda. Anda akan merasakan tubuh Anda dalam kondisi yang seimbang. Efeknya adalah ekspresi Anda yang juga berubah menjadi lebih percaya diri, firm. Maka kemungkinan Anda untuk jadi sasaran pun lebih kecil.
Berdoa.
Jika Anda sudah biasa berdoa sebelum berpergian, silakan sadari apakah setelah berdoa Anda menjadi lebih waspada dan yakin dengan diri Anda. Jika sudah, bagus. Jika belum, maka Anda perlu berdoa dengan penghayatan yang lebih dalam.
Caranya?
Sebelum keluar rumah, duduk atau berdiri dengan tenang dan rileks. Bacalah doa dengan perlahan, hayati maknanya. Hadirkan rasa aman karena merasa yakin akan perlindungan Tuhan. Tuhan selalu punya skenario yang seringkali belum bisa kita pahami. Maka apapun yang terjadi adalah skenarioNya. Pun jika ada sesuatu yang tidak Anda inginkan terjadi, yakinlah bahwa Dia punya maksud baik. Tidak ada satu orang pun yang bisa menjahati Anda jika bukan karena izinNya.Mungkin Anda merasakan perasaan aman dan nyaman ini di satu titik di tubuh Anda. Maka silakan sebarkan ke seluruh tubuh. Dan rasakan ia membentuk selubung yang melindungi diri Anda. Semisal, saya biasa mengucapkan “Allahu Akbar” dan membayangkan sebuah selubung melindungi diri saya, sehingga saya begitu kecil. Jika saya kecil, maka orang lain pun kecil di hadapan kebesaran Tuhan. Sesampainya di tempat tujuan, Anda dapat melakukan proses berdoa yang sama untuk menjalankan aktivitas Anda. Semisal, Anda bekerja di kantor, toko, dll. Maka berdoalah agar pekerjaan Anda lancar dan aman serta mendatangkan banyak rezeki yang halal. Wah, bonus nih. Hehehe…
Lakukan semua prosedur.
Banyak kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat jahat pelakunya, tapi juga karena ada kesempata. Begitu kata Bang Napi. Jadi, jalankan berbagai aturan yang ada sesuai aturannya. Baik itu di pekerjaan atau jalanan. Sebab melanggar aturan sejatinya menggoyahkan state yakin Anda, tanpa Anda sadari. Misalnya, seorang kawan nekat melanggar lampu merah. Baru lewat, eh, ketahuan sama Pak Polisi. Karena takut, akhirnya ia menuruti semua perkataan beliau. Pun ketika akhirnya diminta untuk “berdamai” saja. Hehehe…
Terdengar familiar?
Ya. Saya pun pernah mengalaminya. Saya menurut karena saya merasa bersalah. Maka keyakinan saya pun goyah. Nah, kondisi goyah seperti ini sangat mudah dikenali oleh pelaku kejahatan, untuk kemudian dimanfaatkan olehnya.Intinya, menjalankan segala sesuatu sesuai prosedur memberikan Anda ketenangan dan keyakinan, dan ujungnya, kewaspadaan.
Cermati Tanda-tanda Trance
Meskipun sudah waspada, bukan tidak mungkin jika pelaku tetap nekat untuk mengerjai Anda. Saya pun mengalaminya beberapa kali. Modusnya macam-macam, seperti sudah saya jelaskan di atas, namun prinsipnya adalah mereka selalu melakukan sesuatu yang mengajak Anda untuk masuk ke dalam, alias trance tadi itu.
Caranya?
Membuat bingung. Misalnya dengan mengerumuni seseorang.
Membuat hang. Umumnya dengan menepuk bahu, menginjak kaki, mengajak bersalaman lalu melakukan gerakan lain, dll. Membuka loop. “Eh, apa kabar? Udah lama nggak ketemu nih.” Pernyataan seperti ini akan membuat pikiran kita “terbuka” dan berusaha mencari sesuatu Informasi yang bisa menutupnya. Dan banyak cara lain. Kejadian di Lampung itu sepertinya menggunakan berbagai kombinasi pola sehingga efeknya semakin kuat.
Apa dong yang mesti dilakukan?
Katakan pada diri Anda,”Tenang…tenang…tenang. Waspada!” sambil Anda mengatur nafas Anda, dan berikan hentakan pada kata terakhir. Stop “masuk” ke dalam, dan fokus ke luar, yang ada di sekeliling Anda. Setelah itu Anda sudah bisa mengendalikan diri Anda lagi, dan segera ambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah efek kejahatan (jika memang ada indikasi kesana).Saya ingat pernah menerima sebuah telepon yang menggunakan metode membuka loop. Begitu menyadari mulai trance, saya pun segera melakukan hal di atas, sehingga bisa balik mengerjai sang penelepon.
Halo, siapa nih?
Halo! Apa kabar?
Ya, ini siapa?
Ah, lupa sama temannya. Kalau ada perlu aja baru ngontak. Sekarang lupa.
Siapa ya?
Coba siapa coba.
Siapa sih?
Coba siapa temen yang di kepolisian?
(Di titik ini saya mulai sadar, dan berhasil melakukan utilisasi)
Ooooh…Bejo! Apa kabar lu? Ah, belagu amat pake logat Batak segala!
Eh, bukan!
Alah…gw apal kok aslinya elu. Mau apa? Pake ngaku-ngaku dari kepolisian lagi.
Heh! Kamu jangan main-main ya?
Gini aja deh. Lu tahu siapa gua? Nanti gw kontak deh bos lu. Kalau lu butuh duit bilang aja. Dan cari yang halal.
Tuuuuuut…dan telepon pun ditutup.
Alhamdulillah, saya dan kawan saya selamat. Kejadian lain dialami oleh seorang kawan di ATM. Saat ia ditepuk, menoleh, lalu ditegur dengan heboh, “Oi! Sombong amat sama teman lama!”, kawan saya sempat tertegun. Namun seketika sadar ia tidak mengenali orang tersebut, ia pun membalas dengan tepukan yang lebih keras ke tangan sang pelaku, “Ah, sok kenal lu! Sana!”Sang pelaku pun bengong sambil megang tangannya yang sepertinya kesakitan. Demikianlah. Karena trance adalah kondisi alamiah, maka setiap orang, praktisi hipnosis sekalipun, selalu bisa mengalaminya. Jika langkah-langkah preventif sudah dilakukan, maka pasrahkan saja semuanya. Jalani hidup dengan tenang dan ikhlas. Kalaupun kena juga, tentunya ada maksud baik Tuhan agar kita belajar sesuatu.
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
