Untuk mencegah kerusakan ginjal:
(1) Hindari atau paling tidak batasi makanan yang mengandung 7 P (penjernih, pemutih, pengawet, pewarna, pengental, penyedap dan pemanis yang sifatnya bahan kimia). Bahan ini terdapat dalam 6S (snacks, soup/kuah kalengan/mie instan, smoked spt ham/susis/salami, sauerkraut spt sayuran/acar yg diasinkan, salted spt ikan asin, sauces spt kecap asin, saus tomat) terutama jika makanan instan ini memiliki kandungan aditif yang melampaui nilai ADI (lihat labelnya).
(2) Menghindari asupan protein yang berlebihan. Normalnya asupan protein orang dewasa adalah 1 g/kgBB/hari. Dengan semakin lanjut usia, asupan protein semakin berkurang. Alm Prof Sidabutar mengatakan "Konsumsi protein yang berlebihan membuat ginjal lekas tua."
(3) Mengendalikan gula darah dengan diet, keseimbangan antara aktivitas fisik dan istirahat, manajemen stres dan kalau perlu pemakaian insulin jika sudah ada tanda2 nefropati diabetes. Obat diabetes yang relatif aman utk ginjal adalah glikuidon. Anda harus berkonsultasi dengan dokter internis spesialis diabetes (SpPD-KEMD) dan dokter gizi/dietisien.
(4) Mengendalikan tekanan darah dan lemak darah melalui diet dan kalau perlu obat yang tepat dan tidak berbahaya bagi ginjal anda.
(5) Jangan menggunakan jamu/herbal atau obat yang tidak diketahui isinya karena sebagian pasien penyakit ginjal kronis disebabkan oleh jamu dan obat (nefropati herbal).
(6) Minum cukup air putih (1,5 sampai 2 L/hari)dan jangan menahan kencing mengingat saluran kemih kita mirip selokan yg harus terus diguyur agar tidak bau (infeksi) dan tidak mengendap (batu kemih).
Faktor seperti penuaan dan genetik tidak bisa kita hilangkan. Pada usia di atas 70 tahun, jumlah nefron dalam ginjal kita sudah tinggal 50% (dari jumlah normal sekitar 1 juta nefron/ginjal).
Andry H
Tuesday, August 31, 2010
Untuk mencegah kerusakan ginjal
Labels:
info
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment